Masyarakat Ambon 'Demam' Batu Bacan

Masyarakat Ambon 'Demam' Batu Bacan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Ambon  - Penjualan batu bacan di Kota Ambon, Provinsi Maluku,  yang dilakukan pedagang musiman mulai marak sebab menarik perhatian masyarakat.

Maraknya kegiatan transaksi batu yang satu ini terlihat dari aksi pedagang musiman yang menempati lorong Pala di kawasan Pusat Kota Ambon kiri dan kanan jalan tersebut.

Pantauan yang dilakukan di kawasan itu, Sabtu, terlihat banyak pembeli yang tertarik untuk membeli batu yang belum dioleh menjadi batu hiasan cincin atau bentuk lainnya, karena hanya dengan Rp 100.000/buah (ukuran 4cm x cm4) sudah bisa membelinya.

"Kalau ukuran ini, abang potong dengan baik maka bisa menghasilkan enam buah batu cincin, banyak orang membeli yang masih bentuk batu sebab di Ambon sudah ada tukang potong. Sekaligus mengosoknya menjadi berbagai macan ukuran cincin tergantung selera," kata Rahman, pedagang yang menempati lorong pala tersebut.

Peminat membeli batu ukuran 4cmx 4cm tidak rugi sebab bisa menghasilkan enam batu cincin. Harga sekali potong Rp 50.000, kalau dijadikan enam maka 6 x Rp 50.000 = Rp 300.000 , kemudian harga gosokan Rp 50.000 x 6 =Rp 300.000, dengan demikian dengan biaya Rp 700.000 sudah bisa memiliki enam batu cincin.

"Daripada membeli batu cincin yang sudah jadi dengan harga bermacam-macam tergantung ukuran dan corak mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 10 juta/buah," katanya.

Saya sudah berjualan sejak dua bulan yang lalu dan meraup keuntungan yang cukup menggembirakan, lanjutnya, dalam sehari batu yang terjual baik masih bentuk batu maupun hiasan bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

Rahman menjelaskan, kurang lebih ada 10 macam batu bacan ini sebab semua kampung di Pulau Bacan ada memiliki batu tersebut, kemudian ada juga yang berasal dari Pulau Obi dan Loloda.

"Bahkan batu bacan asal Desa Doko dan Palemea selama ini dinilai sangat mujarab, karena bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit di antaranya darah tinggi dan asam urat," ujar. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:ekonomi,