Fenomena Bulan Berdarah 9 Oktober 2014

Fenomena Bulan Berdarah 9 Oktober 2014

Fenomena Alam "Blood Moon" Beberapa waktu Silam. (Foto: Net)

Jakarta - Pada tanggal 9 Oktober nanti bulan akan diselimuti cahaya berwarna merah, inilah yang merupakan fenomena yang disebut "Blood Moon" kedua tahun ini.

Bulan Merah akan terlihat sangat jelas di beberapa bagian wilayah di Amerika, khususnya Amerika Utara. Fenomena ini akan berlangsung sejak sore, di mana bulan akan melewati bayangan Bumi hingga cahaya merah pun muncul.

Peristiwa ini akan berlangsung selama kurang lebih satu jam. Posisi bulan pun akan sedikit melewati orbit biasa. Ini merupakan fenomena Blood Moon kedua yang terjadi tahun ini. Ukuran bulan juga akan lebih besar 5,3 persen ketimbang Blood Moon sebelumnya yang terjadi pada 15 April lalu.

Blood Moon merupakan fenomena yang disebut "tetrad" atau muncul selama 4 kali berturut-turut. Namun kemunculannya akan berlangsung dengan interval 6 bulan. Dua fenomena berikutnya akan muncul pada 4 April 2015 dan terakhir pada 28 September 2015.

Untuk Bulan Merah nanti, tampilan bulan akan terlihat penuh. Warna merah yang menyelimuti akan muncul pukul 07.00 malam waktu setempat, dan berlangsung selama 59 menit. Saat terjadi Blood Moon, setengah wilayah selatan akan terlihat lebih gelap ketimbang sebagian wilayah utara. Wilayah tersebut akan diselimuti oleh bayangan bumi.

Fenomena ini akan terlihat jelas di sepertiga wilayah barat laut Amerika. Namun di beberapa wilayah seperti Eropa, Afrika dan Timur Tengah, fenomena ini sepertinya tidak akan terlalu kentara.

Warna merah di bayangan bulan itu terjadi karena puncak gerhana bulan memasuki bayangan penuh dari bumi yang bernama Umbra. Dalam tahap ini, atmosfer bumi akan menghamburkan cahaya merah dari matahari. Proses ini sama dengan yang terjadi saat langit berwarna merah ketika matahari mulai terbenam. Sebagai akibatnya, cahaya merah ini akan terpantul ke permukaan bulan dan memperlihatkan bulan berwarna merah jika dilihat dari bumi.

Meskipun fenomena ini terjadi selama 4 kali, secara umum tampilannya tidak pernah sama. Rata-rata ada 2 gerhana dalam satu tahun namun sebagian lain hanya Penumbra, di mana bulan hanya melewati bagian terluar dari bayangan bumi. Hal ini mengakibatkan warna merah pada bulan tidak terlalu terlihat. Sedangkan fenomena lainnya, hanya memperlihatkan bayangan di bulan tanpa ada efek warna merah.

Warna merah darah ini muncul sebagai hasil dari refraksi cahaya matahari melewati atmosfir bumi, mirip dengan peristiwa memerahnya langit saat matahari terbit atau terbenam. Gerhana terkadang tidak pernah mengikuti pola tertentu, sehingga mendapati empat kali Blood Moon bisa jadi merupakan hal yang sangat langka. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,