Karena Serangan ISIS Libya Tutup 11 Ladang Minyak

Karena Serangan ISIS Libya Tutup 11 Ladang Minyak

Ilustrasi.(Foto:Net)

Tripoli - Perusahaan minyak Libya telah menutup 11 ladang minyaknya di seluruh negeri, setelah serangan yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS. Perusahaan itu menyebut penutupan sebagai akibat dari sebuah 'force majeure' yang membuat mereka tidak bisa dikenakan tanggung jawab untuk memenuhi kontrak yang telah dibuat.
 
Sebagaimana dikutip Al Jazeera, Jumat (6/3) Force majeure adalah sebuah klausul dalam kontrak yang membebaskan satu pihak dari kewajiban pemenuhan kontrak, karena terjadinya sebuah kejadian luar biasa dan di luar kendali pihak itu.
 
Serangan kelompok militan ISIS dianggap sebagi sebuah force majeure, dan perusahaan minyak nasional Libya menyalahkan otoritas Libya yang gagal melindungi ladang minyak mereka.
 
Pada pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu lalu, perusahaan minyak nasional meminta otoritas Libya untuk menjamin keamanan instalasi minyak Libya. Perusahaan memperingatkan kelompok ISIS dapat melakukan hal yang sama terhadap instalasi minyak lainnya yang dapat mempengaruhi rakyat Libya.
 
Serangan yang terjadi Rabu lalu tidak menimbulkan korban jiwa. Pekerja dan pegawai ladang minyak telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah.
"Mereka mengepung lokasi dari tiga arah, saat para penjaga kehabisan peluru, mereka menyerang, menjarah semua yang ada, dan meledakkan bangunan hingga yang tersisa tinggal puing-puing," kata Menteri Perminyakan Libya Mashallah al Zewi.
 
Produksi minyak di Libya telah menurun drastis sejak pecahnya perang sipil Libya pada 2011. Sejak saat itu, Libya terus dilanda kekacauan. Bulan lalu ISIS mulai menunjukkan kekuatannya di Libya, dengan mengeksekusi penganut Kristen Koptik Mesir. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:isis,