Ribuan Orang Rimba Alami Krisis Pangan

Ribuan Orang Rimba Alami Krisis Pangan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jambi - Ribuan Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Kabupaten Sarolangun-Batanghari, Jambi sedang mengalami krisis pangan, kata Manajer Program Pemberdayaan Masyarakat KKI Warsi Robert Aritonang.


Krisis pangan dialami karena hutan sebagai tempat sumber makanan mereka banyak yang sudah dibersihkan dan ditanami sawit serta karet oleh perusahaan-perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah, katanya di Jambi, Sabtu (7/3/2015).

"Orang Rrimba di Bukit Duabelas itu lebih kurang berjumlah 3.850 jiwa. Saat ini hutan yang menjadi daerah jelajah mereka untuk mencari makan sudah kurang. Hutan-hutan sudah banyak yang menjadi trans dan perkebunan," kata Robert.

Dijelaskannya, Orang Rimba di TNBD hidup berkelompok, ada yang di selatan bukit, dan timur, di sepanjang jalan lintas dan di kawasan sungai-sungai. Setiap kelompok dipimpin satu temenggung.

Tradisi yang tak pernah hilang yakni kebiasaan mereka melangun (berpindah) dari satu tempat ke tempat lain, bahkan untuk kembali ke tempat asal mereka butuh waktu berbulan-bulan.

"Mereka berpindah-pindah sampai tujuh kali sebelum kembali ke tempat asal. Nah saat melangun ini lah mereka tidak mendapat pasokan makanan yang banyak, ladang cadangan mereka untuk ubi-ubian juga tidak ada," jelasnya.

Kondisi ini tentu menyulitkan mereka, akibat kurangnya asupan makanan, fisik mereka saat melangun pun terus melemah, akibatnya banyak dari mereka meninggal seperti yang terjadi baru-baru ini.

"Sejak Januari hingga Februari sudah 11 Orang Rimba meninggal secara beruntun. Penyebabnya adalah kekurangan makanan. Delapan di antaranya adalah balita," katanya.

Di samping kurangnya asupan makanan, Orang Rimba, kata Robert juga tidak mendapat pelayanan imunisasi, akibatnya jika fisik mereka sedang lemah karena kurang makanan, penyakit apa pun tentu menjadi ancaman jiwa mereka.

"Dengan kejadian meninggalnya Orang Rrimba di kelompok sungai Terap. Semua Orang Rimba, kami periksa. Kemarin kami membawa dokter, tapi dokter mengatakan bahwa di kalangan mereka tidak ditemukan wabah penyakit. Dokter menyimpulkan meninggal 11 Orang Rimba termasuk balita karena kondisi fisik yang lemah," ujarnya.

Kematian beruntun di salah satu kelompok orang rimba di Bukit Duabelas menjadi catatan penting semua pihak agar tidak terjadi lagi.

Robert berharap situasi ini menggugah semua pihak untuk ikut membantu orang rimba agar asupan makanan mereka cukup, serta dapat memberikan bantuan obat-obatan. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:pendidikan,