Kedepankan Pencitraan, Ahok Salah Urus APBD DKI

Kedepankan Pencitraan, Ahok Salah Urus APBD DKI

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Hari Minggu (8/3/2015) pagi ini Jakarta dihiasi sejumlah aksi, terkait dengan adanya dugaan anggaran 'siluman' pada APBD DKI 2015 senilai Rp 12,1 triliun. Ada aksi mendukung Ahok, ada pula aksi mendukung DPRD DKI. Meski awalnya tenang, sempat terjadi sedikit keributan antara massa pendukung DPRD dengan pendukung Ahok.
 
Terkait dengan itu, banyak kalangan pun yang menilai, karena adanya dorongan motif pencitraan menyebabkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah urus. Mungkin kata itulah sebagai gambaran yang tepat, terhadap APBD DKI Jakarta 2014 yang nilainya mencapai Rp 65 triliun (plus silpa Rp 7 triliun).

"Hingga 31 Desember 2014, pendapatan yang diperoleh Pemprov DKI Jakarta hanya Rp 45 triliun. Sedangkan dalam APBD 2014, DKI Jakarta menargetkan pendapatan Rp 65 triliun. Dengan begitu, sepanjang 2014, Pemprov DKI hanya bisa merealiasikan 69,25 persen. Biasanya, bayar tunggakan tahunan, tapi menunda pembayaran tahun berjalan,"  kata eks Staf Khusus SBY, Andi Arief, Minggu (8/3/2015).

Gesekan bermula saat gerakan dukungan terhadap DPRD oleh Forum Betawi Bersatu (FBB) dan Forum Pemuda Betawi dan masyarakat Tanah Abang, melewati booth gerakan@temanahok di depan Bundaran HI. Pendukung DPRD ini kemudian menyerukan kata-kata makian terhadap Ahok.

"Di antara keduanya terakhir sempat berantem (adu mulut). Namun bukan sama @temanahok. Yang diserang itu aliansi nasionalis depan Kempinski," kata koordinator aksi @temanahok, Yoan, di Jakarta.

Yoan menuturkan, rekannya dari aliansi nasionalis mengacungkan jempol arah bawah saat mendengar cacian itu. Dari massa pendukung DPRD membalasnya dengan kata-kata 'apa lu, apa lu'. Seorang penjual balon lalu berusaha menengahi kericuhan tersebut. Untungnya tak terjadi adu jotos dalam keributan ini.

"Aku bingung saja. Tapi @temanahok nggak nanggepin. Kita bubar sehabis ribut-ribut itu. Polisi datang ke kita. Dia bilang 'saya liat yang di sini lebih terdidik nih, makanya kalau ada yang... Kamu yang sabar ya'. Kita sih dari @temanahok tak lakukan ricuh. Kita malah langsung bubarkan diri pas liat ada potensi gesekan," jelas Yoan.

Puluhan orang dari Forum Betawi Bersatu (FBB) dan Forum Pemuda Betawi sebelumnya melakukan aksi di kawasan Car Free Day Jakarta. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilengserkan dari posisinya.

Menurut koordinator aksi, Trianta, warga Tanah Abang dan Blok M turut menggelar aksi tolak Ahok. "Kita anti-Ahok karena Ahok tak ada etika. Tidak pantas pemimpin yang model gitu. Ini spontanitas dari masyarakat Jakarta, anak Tanah Abang dan Blok M. Termasuk Ahok perlu kita curigai," tegasnya.

Menurutnya, selama ini gaya kepemimpinan Ahok tak beretika, dengan berbicara ceplas-ceplos tanpa menghiraukan perasaan orang yang dimakinya. Oleh karena itu pihaknya meminta masyarakat jangan sampai dikaburkan dengan perselisihan APBD.

Di lokasi yang tak jauh dari situ, gerakan @temanahok juga menggelar aksi. Mereka menggalang petisi 'Kirim Begal APBD ke Penjara' di depan Bunderan HI saat berlangsungnya Car Free Day.

Sementara koordinator gerakan @temanahok, Yoan mengatakan aksi kedua ini bukan lagi ditujukan untuk mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang pertama kali mengungkap dugaan anggaran 'siluman'. Melainkan untuk mendesak lembaga hukum segera menindaklanjuti dan menyelidiki laporan Ahok.

"Yang kita petisi hari ini bukan lagi Ahok atau DPRD DKI. Tapi penegak hukum. Polda Metro, Ketua KPK dan Jaksa Agung untuk meminta kepastian hukum," kata Yoan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:ahok,