Ratusan Polisi Amankan Eksekusi Puluhan Toko

Ratusan Polisi Amankan Eksekusi Puluhan Toko

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cianjur - Ratusan aparat kepolisian dari satuan Dalmas dan Brimob Polda Jabar, dibantu TNI dan Satpol PP Cianjur, kawal ketat proses eksekusi yang dilakukan PN Cianjur terhadap puluhan toko di Jalan Dr Muwardi, Senin (9/3/2015).


Meskipun tidak ada perlawanan dari pihak tergugat, saat petugas PN membacakan putusan eksekusi, namun Ridwan ahli waris yang sebelumnya pemilik puluhan toko itu sempat adu mulut dengan sejumlah juru sita karena mengeluarkan sejumlah barang dari dalam toko secara paksa.

Namun aksi tersebut, tidak sampai meluas, setelah Adi Supriyadi SH, kuasa hukum Ridwan, meminta petugas untuk mengeluarkan barang-barang dari dalam puluhan toko secara bertahap dan meminta tenggang waktu selama beberapa hari kedepan.

Bahkan ungkap Adi pihaknya akan melakukan banding dengan melayangkan PK kedua ke Mahkamah Agung di Jakarta karena merasa janggal dengan proses eksekusi yang kembali dilakukan PN Cianjur, untuk kedua kalinya karena pada tahun 2011, kliennya dinyatakan menang dalam perkara tersebut.

"Kami tidak melakukan perlawanan ketika eksekusi hendak dilakukan karena kami merasa ada kejanggalan dalam putusan PK pengugat yang dimenangkan MA, serta kami menghormati hukum yang telah diputusakan," katanya.

Selanjutnya ungkap Adi yang merupakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC), akan melakukan upaya hukum yang lebih tinggi salah satunya melakukan PK untuk kedua kalinya ke MA atas perkara tersebut.

Sementara itu, proses eksekusi yang dijaga ketat ratusan aparat itu, berlangsung sejak pagi hingga sore menjelang, dimana PN Cianjur, menurunkan puluhan truk untuk mengangkut barang-barang yang disita dari dalam puluhan toko tersebut.

Selanjutnya barang-barang tersebut, akan diamankan di gudang yang disewa khusus PN Cianjur di Jalan Abdulah Bin Nuh. Sedangkan menurut Ketua Juru Sita PN Cianjur, Nety SH, pihaknya hanya melakukan putusan MA atas sengketa ahli waris tersebut.

"Kami hanya melaksanakan putusan MA atas kasus tersebut. Jika pihak tergugat merasa keberatan, silahkan untuk menempuh prosedur hukum yang berlaku," katanya. (AY)
.

Categories:Daerah,