10 Ribu Siswa Peroleh Bantuan Telkom

10 Ribu Siswa Peroleh Bantuan Telkom

ilustrasi. (Net)

Bandung - PT Telkom Tbk melalui Telkom Foundation mengelola sekitar 10.000 siswa di 31 tanam kanak-kanak dan playgroup, satu sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama, tiga sekolah menengah kejuruan dan tujuh sekolah menengah kejuruan dari program corporate social responsibility (CSR) pendidikan.

"Kami terus berupaya menerapkan CSR di bidang pendidikan dan angka sebesar itupun didapatkan dengan sebaran luar biasa. Karena, ada 32 kota di Indonesia dari Aceh hingga Papua yang menjadi lokasi sekolah dasar hingga atas tersebut," kata VP Corporate Commnication PT Telkom Arif Prabowo, di Bandung, Selasa (10/3/2015).

Ia mengatakan, untuk yang paling awal didirikan dalam fokus penerapan dana CSR Telkom adalah sebuah taman kanak-kanak di Buahbatu Kota Bandung, Dayeuhkolot dan Rancaekek, Kabupaten Bandung, sejak tahun 1977.

"Dan pendirinya kala itu adalah istri-istri karyawan aktif Perumtel (nama Telkom kala itu). Mereka lah yang punya energi besar berkontribusi mendidik, bukan hanya ke keluarganya masing-masing, namun juga kepada masyarakat Indonesia keseluruhan," ujarnya.

Menurut Arif, pertimbangan pendirian sekolah atau lembaga pendidikan karena sebagian besar karyawan PT Telkom yang disebar ke daerah-daerah adalah karyawan yang masih berusia muda dan masih memiliki putra putra masih kecil dalam rentang usia taman kanak-kanak.

Oleh karenanya, kata dia, dengan dukungan perusahaan, para istri karyawan berinisiatif mendirikan taman kanak-kanak yang mereka kelola sendiri dan diperuntukan untuk putra-putrinya.

"Kalau kapasitasnya berlebih maka dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang membutuhkannya. Berhubung kantor Telkom tersebar se-Indonesia, maka proses pendirian bisa dilakukan masif dan tersebar.

Menurut dia, pada tahun 1992 melalui sokongan tanpa putus dari PT Telkom, dari semula taman kanak-kanak, kemudian didirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan menyasar yang menjadi ranahnya yakni di bidang telekomunikasi.

"Tahun 1992 didirikan lima SMK sekaligus yakni SMK Telkom Sandhy Putra Medan, SMK Telkom Jakarta, SMK Pariwisata Sandhy Putra Medan, dan SMK Pariwisata. Tahun 1996 SMK Pariwisata Sandhy Putra Makassar. Tahun 1999, SMK Telkom Malang dan SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru," kata dia.

Selanjutnya pendidikan diploma pun dibentuk berupa pendirian Akademi Akpar Sandhy Putra Bandung tahun 1993-1994, Akatel Sandhy Putra Purwokerto tahun 2006, serta Akatel Sandhy Putra Jakarta tahun 2007. (AY)

.

Categories:Pendidikan,