9 Saksi Dihadirkan dalam Kasus Korupsi DPRD Cimahi

9 Saksi Dihadirkan dalam Kasus Korupsi DPRD Cimahi

Saksi dalam sidang dugaan korupsi SPPD DPRD Kota Cimahi, Rabu malam (11/3/2015)di ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri Kota Bandung.(Foto:TrisDoddy)

Bandung - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi surat perintah perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi 2011 digelar. Dalam sidang tersebut dihadirkan kembali 9 saksi. Salah satunya saksi ahli dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Rabu malam (11/3/2015) di Ruang Sidang Tipikor, Pengadilan Negeri Jalan L RE Martadinata Kota Bandung.

9 saksi tersebut yaitu Agus Yayan Wiyana, Ipung Mustofa, Srikiarti Wastra, Bayu Agung Afianto,  Anjar Sutresna, Dadan Subardan, Roro Endah, Hegu dan Ruli Ferdian selaku saksi ahli BPK. Pantauan CikalNews.com dilapangan kesembilan saksi tersebut ditanya secara bersamaan melihat kondisi waktu persidangan yang baru dimulai pukul 21.15 WIB malam.

Sulta Donna Sitohang, Kasi Pinsus Kejari Cimahi yang saat ini menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tersebut mengatakan  kedelapan saksi menyatakan tidak pernah melakukan perjalanan dinas pada tahun 2011 lalu.

"Kita sudah ketahui, ternyata pada tahun 2011 lalu, para saksi tidak pernah melakukan perjalanan dinas, namun mereka mengaku anggarannya masuk setelah dipotong baru dibagi-bagi," bebernya kepada wartawan.

Selain itu dirinya menjelaskan, kejadian tersebut sesungguhnya diketahui Sekertaris Dewan DPRD Kota Cimahi yaitu Edi Junaedi namun tidak ditegur sama sekali.

"Sebetulnya kasus tersebut sudah diketahui oleh Sekwan tetapi kenapa tidak ditegur," bebernya.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Barita Lumban Gaol dengan terdakwa Edi Junaedi Sekretaris Dewan terduga kasus SPPD DPRD Kota Cimahi 2011 tersebut menurut informasi yang diperoleh akan digelar kembali pada tanggal 25 maret 2015, masih dengan agenda pemeriksaan saksi.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:hukum,