Dua Siswi SMP Kota Bandung Seleksi ke Jepang

Dua Siswi SMP Kota Bandung Seleksi ke Jepang

Ilustrasi Foto.(Net)

Bandung - Dua siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kota Bandung, Nabila dan Alisha (12) berhasil melewati seleksi studi ke Jepang yang diselenggarakan oleh Asean Children Forum Commite untuk mempelajari antisipasi bencana bagi anak-anak.

Ditemui pada acara kunjungan Members Of Child Friendly Asia Pasific (CFAP) Advisory Board Kyoto Japan Prof Dr Isami Kinoshita ke Gedung Sate Bandung, Kamis (13/3/2015), Nabila mengatakan kesadaran anak-anak untuk mengantisipasi bencana itu masih sangat kurang, sedangkan anak harus dilindungi.

"Jadi anak-anak harus paham apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, sehingga mereka tidak akan panik," kata Nabila.

Sementara itu, Alisaha ingin mempelajari tekniknya di Jepang, lalu membagikan ilmunya kepada teman-teman semua di Indonesia.

Members Of Child Friendly Asia Pasific (CFAP) Advisory Board Kyoto Japan Prof Dr Isami Kinoshita ke Gedung Sate Bandung, Kamis, mengatakan dirinya sangat mengapresiasi upaya pembangunan Kota Layak Anak (KLA) di Bandung.

Menurutnya, upaya Kota Bandung tersebut akan berpengaruh tidak hanya di daerah sekitarnya, tetapi juga secara global.

"Globalisasi membuat manusia melupakan budayanya. Namun dengan upaya KLA tersebut dapat ditanamkan budaya sejak dini pada generasi muda," kata Kinoshita.

Untuk itu, Kinoshita akan menyambut baik studi Nabila dan Alisha yang ingin mempelajari teknik antisipasi bagi anak-anak ketika terjadi bencana alam.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy mizwar sangat mendukung program tersebut bahkan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat untuk melakukanMemorandum of Understanding (MoU) dengan CFAP Advisory Board Kyoto Japan.

MoU tersebut, kata dia, bertujuan untuk menyelenggarakan pertukaran peserta studi antar negara, seperti yang telah dilakukan antara Indonesia dengan Kroasia.

"Ini sangat bagus sekali. Kita juga bisa belajar langsung dari negara maju bagaimana cara pengembangan kota layak anak," kata dia.

"Dengan suksesnya penerapan program kota layak anak di Bandung ini, bukan tidak mungkin akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat, menjadikan Jabar sebagai Provinsi Layak Anak," lanjutnya.

Kegiatan studi tersebut merupakan jawaban dari kunjungan Jawa Barat ke Jepang, yang diwakili oleh Asisten Daerah 2 Setda Provinsi Jabar Ahmad Hadadi dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jabar Nenny Kencanawati. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,