Kayu Jati Kian Tua Kian Berkualitas

Kayu Jati Kian Tua Kian Berkualitas

Nilai jual kayu jati yang semakin mahal.(Foto:Net)

Bandung – Nilai jual kayu jati yang semakin mahal membuat beberapa daerah khususnya di Jawa Barat berupaya mengembangkan perkebunan kayu jati di setiap Kota/Kabupaten. Masa panen yang berlangsung cukup lama membuat kualitas kayu jati semakin bagus dan baik.

 

Menurut pengamat dan praktisi pertanian kehutanan dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Karyo, masa panen kayu jati yang baik yaitu di atas 20 tahun. Kayu jati untuk kualitas bagus harus di panen minimal di usia 20 tahun.

 

“Keunikan kayu jati adalah saat usia kayu tersebut semakin tua maka kekuatannya pun akan makin kuat. Kayu jati yang kuat tidak akan termakan oleh rayap meski tidak diberi obat anti rayap. Untuk mendapatkan kualitas kayu jati yang bagus dan kuat, petani kayu jati harus memanennya pada usia 20 tahun, apalagi jika sudah mencapai 30 tahun kualitasnya pun semakin baik. Urat kayu didalamnya pun akan lebih kuat dan sudah mulai terlihat,” ucap Karyo saat kunjungan ke beberapa desa di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung belum lama ini.

 

Karyo menambahkan, kayu jati itu sangat cocok di tanam di daerah bertanah agak panas, bibit kayu jati yang bagus adalah bibit kayu jati yang di bawa dari Jawa Tengah seperti Cepu, dan Blora.

 

“Cepu dan Blora terkenal penghasil kayu jati, bibit kayu jati disana pun kualitasnya sangat bagus. Banyak kayu jati di Jawa Barat hasil pembibitan dari sana. Namun karena faktor tanah dan alam yang berbeda kadang kayu jati Jawa Barat dan Jawa Tengah terlihat perbedaannya, kayu jati di Jawa Barat terlihat lebih putih jika belum masuk usia di atas 20 tahun,” tambahnya.

 

Keunikan kayu jati lainnya, semakin kayu jati itu tumbuh dan tua di pohon, maka kayu jati tersebut akan mengeluarkan aroma khusus khas kayu jati. Semakin tua kita panen kualitas kayu dan aromanya pun semakin terlicium.

 

“Meskipun kayu ini sangat kuat dan kokoh, namun kayu ini memiliki tekstur yang sangat mudah untuk di bentuk, mulai dari bikin ukiran, hingga meubel pun gampang. Kayu ini mudah di serut dan di ukir,” cetusnya.

 

Untuk berkebun kayu jati, masyarakat harus mendapatkan izin khusus dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan, karena komoditi ini secara hukum sudah dilindungi oleh pemerintah.

 

“Kita tidak bisa sembarangan menanam dan menjual hasil panen tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Setiap ada penebangan atau panen kayu jati, maka harus ada surat keluar sebagai pelengkap apalagi kayu itu akan dikirim ke daerah lain perlu ada surat jalan,” paparnya.

 

Harga kayu jati untuk yang masih mudah dan belum mencapai 10 tahun, dihargai Rp. 5 juta, semakin tua usia kayu maka harganya pun bisa selangit bahkan mencapai ratusan juta. Kayu jati cocok digunakan untuk material pembuatan rumah, furniture, meubel, dan hiasan ukiran. Daerah Jepara, Jawa Tengah terkenal dengan pengrajin ukiran kayu jati karena kayu jati di Jawa Tengah cukup terkenal kualitasnya.

 

Bukti kuatnya kayu jati hingga berumur ratusan tahun telah dibuktikan pada pembangunan Masjid Sunan Kudus dan Masjid Agung Demak, di sana kayu-kayu yang kokoh menjadi tihang masjid terbuat dari kayu jati dengan kekuatan hingga ratusan tahun.(Ode)**

.

Categories:Info Bisnis,
Tags:bisnis,