Demo, Buruh di Batam Dilarang Shalat oleh Perusahaan

Demo, Buruh di Batam Dilarang Shalat oleh Perusahaan

Dilarang Sholat oleh perusahaan, buruh melakukan aksi demo.(Foto:Net)

Batam - Salah satu perusahaan tekstil di wilayah Batam melarang buruhnya melaksanakan ibadah salat. Tak hanya melarang beribadah, buruh juga diminta untuk mengundurkan diri pada saat hamil.
 
Larangan salat tersebut baru terekspos setelah lima puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam, melakukan demonstrasi atas larangan itu di depan PT Wearsmart Textiles, Kamis lalu.

Ketua Pimpinan Unit Kerja SPSI PT Wearsmart Textiles Iliya Sandi mengatakan, selain mencabut larangan tak boleh salat, para buruh juga menuntut masalah pengobatan dan cuti tahunan yang tak pernah diberikan selama ini. "Itu tuntutan kami," katanya.

"Ada beberapa teman kami yang sudah bekerja sejak perusahaan ini dibuka, dan sampai saat ini tidak pernah diberikan cuti. Selain itu tidak ada buruh yang statusnya permanen. Pihak perusahaan hanya memperpanjang kontrak kerja. Kalau hamil disuruh resign," ujar Sandi.

Namun, tuntutan tersebut hanya digegerkan oleh sebagian buruh saja. Sebagian yang lainnya lebih memilih tetap bekerja seperti biasa. "Setahu kami tidak seperti itu, kami tetap boleh beribadah," katanya.

Hingga Jumat (13/3), ribuan buruh upahan tersebut tengah menjahit pakaian. Sejauh ini pabrik itu beroperasi seperti biasa. Saat dimintai keterangan, Martin, HRD perusahaan lebih memilih untuk diam. "Kami belum bisa memberi keterangan. Masih menunggu manajer kami," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,