Golok Hias Sukamahi Tembus Pasar Asia dan Eropa

Golok Hias Sukamahi Tembus Pasar Asia dan Eropa

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Golok hias karya pengrajin Kampung Sukamahi, Desa Mekar Maju, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.

"Selain memenuhi permintaan dalam negeri juga memenuhi pesanan ke Malaysia, Belanda, Jerman bahkan Cina," kata Aten Rahmat (40), salah seorang pengrajin maranggi (julukan khusus bagi orang yang membuat sarung golok atau kujang) di Bandung, Senin (16/3/2015).

Menurut Aten tak hanya golok hias yang diminati konsumen luar negeri, beberapa produk senjata tajam lainnya juga dilirik seperti karambi, kuku macan dan kujang.

Sebelum disebar ke berbagai daerah dan diekspor, produk asal Sukamahi dikirim terlebih dahulu ke Sukabumi.

"Daerah itu distributor bagi aneka produk yang dibuat oleh para pengrajin di sini," kata lelaki yang telah berprofesi sebagai pengrajin maranggi selama 20 tahun tersebut.

Kampung Sukamahi dijuluki Kampung Golok, lantaran mayoritas penduduknya berkerja membuat perkakas tajam tersebut.

Biasanya para lelaki berprofesi sebagai pandai besi atau pengrajin maranggi, sedangkan para perempuannya bertugas mengukir, mengampelas, mengecat hingga finishing produk.

"Rata-rata penghasilan setiap orang berkisar antara Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp3 juta per bulan. Itu tergantung yang dia tangani apa, bila produknya unik seperti kujang maka penghasilannya lebih besar," kata Aten menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,