Achmad Baiquni Dirut BNI, Rizal Ramli Komisari Utamanya

Achmad Baiquni Dirut BNI, Rizal Ramli Komisari Utamanya

Ahmad Baiquni. TEMPO/Dinul Mubarok

Jakarta  - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT BNI Persero Tbk menyetujui penunjukan Direktur Keuangan PT BRI Persero Tbk Achmad Baiquni menjadi Dirut BNI dan mantan Menko Ekonomi, Keuangan, dan Industri Rizal Ramli menjadi Komisaris Utama BNI.

"Menetapkan susunan pengurus perseroan selengkapnya setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan," kata Direktur Utama BNI Gatot Suwondo selaku pimpinan RUPS Tahunan Tahun Buku 2014 BNI di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Gatot yang akan diganti Baiquni itu, mengaku telah mewariskan landasan pengembangan BNI untuk menjadi pusat jasa keuangan berbasis digital berskala global. 

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Baiquni untuk memutuskan keberlanjutan peta jalan pengembangan itu.

"Kita terus membawa BNI jadi financial services global dengan basis digital, tapi terserah kepada dirut baru, mau dilanjutkan atau tidak. Intinya, dengan layanan basis digital akan ada transformasi sesuai kebutuhan zaman," katanya.

Gatot masih enggan memberitahu rencana karir dirinya ke depan.

"Saya ingin liburan saja dulu. Jangan mancing-mancing," ujarnya kepada pers.

Secara lengkap, para pemegang saham menyetujui jajaran direksi dan komisaris sebagai berikut, Komisaris Utama dipimpin Rizal Ramli, Wakil Komisaris Utama Pradjoto, Komisaris Independen Anny Ratnawati, Komisaris Independen Jos Luhukay, Komisaris Independen Zulkifli Zaini, Komisaris Independen Daniel T. Sparingga, Komisaris Independen Kiagus Badaruddin, Komisaris Pataniari Siahaan, dan Komisaris Revrisond Basywir

Jajaran direksi baru BNI, adalah Direktur Utama Achmad Baiquni, Wakil Direktur Utama Suprajarto, Direktur Rico Rizal Budidarmo, Direktur Herry Sidharta, Direktur Adi Sulistyowati, Direktur Bob Tyasika Ananta, Direktur Anggoro Eko Cahyo, Direktur Imam Budi Sarjito, Direktur Sutanto.

Para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih perseroan pada 2014 sebesar Rp10,78 triliun, yang 25 persennya atau senilai Rp2,69 triliun dibagikan sebagai dividen.

"Sebesar 16,65 persen atau senilai Rp 1,796 triliun untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi, dan sisa Laba Bersih Tahun Buku 2014 ditetapkan sebagai laba ditahan," ujar Gatot.(Ode)**

.

Categories:Perbankan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait