Gerhana Matahari Total sebagai Sinyal Akhir Zaman?

Gerhana Matahari Total sebagai Sinyal Akhir Zaman?

Ilustrasi.(Foto:Net)

Washington - Jumat (20/3/2015) hari ini terjadi gerhana matahari total, yang disambut sebagai peringatan serius bagi umat manusia.
 
Seorang pendeta di Eropa bernama Mark Biltz, yang dikutip dari Daily Mail mengklaim gerhana yang puncaknya terjadi pada Jumat itu menunjukkan simbol khusus, karena bertepatan dengan upacara maupun kalender keagamaan. 

Biltz berlandaskan hal itu pada ketentuan dalam kitab suci. Waktu terjadinya gerhana yang bakal melanda sebagian wilayah Eropa itu bertepatan dengan hari pertama musim semi dan hari pertama kalender Yahudi. "Peristiwa besar itu adalah bagian paling awal tahun baru agama. Sementara Alkitab memberitahu kepada kita akan ada tanda-tanda di langit pada hari raya. Ini adalah tanda yang sangat penting," kata Biltz dalam wawancara WorldNetDaily (WND) yang dikutip Daily Mail.

Dari sisi peristiwanya, menurut Biltz, gerhana itu bertepatan dengan ritual Nabi Musa menyelenggarakan upacara perkemahan. "Jadi secara historis, ini adalah hari penghakiman. Peristiwa ini kemungkinan juga pesan dari tuhan ke seluruh dunia," katanya.

Momentum gerhana matahari total ini memang unik. Gerhana yang terjadi bertepatan dengan musim semi equinox hanya terjadi dalam 100 ribu tahun. Dengan kekhasan ini, Biltz berpendapat, fenomena alam itu mewakili masalah yang tengah melanda Eropa.

Gerhana matahari sebagian ini juga cukup langka. Peristiwa sejenis terjadi pada 1999.  Gerhana langka ini juga istimewa, karena akan diselimuti supermoon yang berwarna merah atau dikenal bulan merah darah (blood moon). Ada yang meyakini ramalan bulan darah menjadi penanda dunia akan segera berakhir. 

Merujuk pada kalender astronomi, antara rentang Oktober tahun lalu hingga Oktober tahun ini, akan ada gerhana matahari yang diikuti empat penampakan bulan merah darah. Penampakan bulan darah pertama terjadi pada 15 April dan disusul 8 Oktober tahun lalu.

Setelah gerhana matahari 20 Maret ini, tepatnya 4 April akan ada penampakan bulan darah ketiga. Diperkirakan bulan darah terakhir akan terjadi pada 28 september 2015, setelah sebelumnya terjadi gerhana matahari pada 13 September 2015. 

Biltz juga mengatakan, terjadinya peristiwa bulan merah darah empat kali berturut-turut, menunjukkan peristiwa besar di masa lalu. Ia menyebutkan pada 1967, empat bulan merah darah bertepatan saat Israel merebut Jerussalem. 

Lepas benar atau tidaknya peringatan yang disampaikan itu, para ahli di Eropa mengingatkan gerhana matahari dua jam nanti bisa menimbulkan masalah bagi stasiun tenaga surya di seluruh Benua Biru. Sekitar tiga persen dari total konsumsi energi Eropa berasal dari tenaga surya. Ilmuwan mengatakan, gerhana kali ini berisiko menimbulkan pemadaman yang lebih besar dari sebelumnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:bencana,