Masyarakat Seringkali Nilai Bartender Negatif

Masyarakat Seringkali Nilai Bartender Negatif

Jadi bartender bukanlah pekerjaan negatif, namun justru berpenghasilan besar. (Foto : ADE)

Bandung - Bagi orang awam, bartender mungkin dinilai sebagai profesi yang kurang baik. Bahkan, kadang masyarakat melihat bartender
hanya dengan sebelah mata. Namun, profesi yang terbilang jarang dan berkelas ini ternyata bisa meraup penghasilan yang lumayan besar.

Berdasarkan cerita dari pelatih ekskul Juggling SMK Shandy Putra Kota
Bandung, Rian, profesi bartender memang banyak masyarakat yang belum mengetahui secara detail. Mereka kebanyakan hanya mendengar kalau bartender, adalah orang yang suka meramu minuman keras di sebuah bar atau klub malam.

“Banyak orang tua siswa juga menilai kegiatan juggling dan aktifitas
bartender jelek. Namun berkat penjelasan dan penerangan yang baik
kepada orang tua, akhirnya mereka mengerti. Bartender itu adalah
pekerjaan mulya asal dilakukan di tempat yang benar,” kata Rian
di sela latihan juggling di Taman Malabar, Kota Bandung.

Rian juga menerangkan, profesi bartender dari segi pendapatan atau
gaji memang bisa dikatakan  besar. Bahkan, seorang bartender yang
bekerja di sebuah klub malam atau diskotik bisa memperoleh gaji
hingga puluhan juta.

“Apalagi kalau bekerja di kafe atau klub malam di Bali, gaji di sana
jauh lebih besar dibanding di Kota Bandung, atau Jakarta. Alumni
SMK Shandy Putra juga banyak yang menjadi bartender di Bali, mereka
terlihat makmur dan berkecukupan,” terangnya.

Jika kawula muda berminat menjadi bartender, Rian menyarankan agar
setelah lulus dari SMK perhotelan dilanjutkan ke perguruan tinggi,
seperti sekolah perhotelan atau pariwisata. Di sana materi dan mata
kuliah bartender akan jauh lebih banyak dipelajari dibandingkan dengan di SMK. Bartender juga ternyata harus pandai matematika dan sedikit tahu rumus dasar kimia. Sebab setiap racikan ramuan minuman ada  hitungannya.(Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,