32 Penumpang Tewas, Kereta Api di India Tergelincir

32 Penumpang Tewas, Kereta Api di India Tergelincir

Lucknow - Sedikitnya 32 orang termasuk anak-anak tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, menyusul kecelakaan sebuah kereta api ekspres yang tergelincir keluar rel di India utara pada hari Jumat waktu setempat.

Melalui tayangan televisi setempat, dapat disaksikan sedikitnya dua gerbong hancur dan terguling di samping lintasan. Setelah kereta api tersebut tergelincir keluar dari rel sekitar 50 kilometer dari Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh, India.

"Upaya penyelamatan telah selesai dilakukan pada siang hari, dan total 32 jenazah telah ditemukan seluruhnya," kata Kepala Humas Northern Railway, Neeraj Sharma, seperti dikutip dari New York Times, Sabtu (21/3).

Sementara itu, sebanyak 50 orang dilaporkan mengalami cedera akibat kecelakaan itu. "Salah satu gerbong kosong saat kecelakaan itu, sehingga jumlah korban tewas tidak terlalu banyak," ujar pejabat lainnya. Press Trust of India memberitakan, kereta diduga melintas dengan cepat sebelum menabrak penghalang dan keluar dari rel.

Menurut Sharma, akan ada penyelidikan resmi terhadap penyebab kecelakaan tersebut. Bisa saja terjadi akibat kelalaian masinis atau sistem rem kereta yang bermasalah. Menteri perkeretaapian setempat menyampaikan duka citanya, sehubungan dengan banyaknya  korban jiwa. Ia berjanji untuk mempercepat proses modernisasi infrastruktur rel kereta di negaranya.

 "Anggaran ini saya fokuskan untuk keselamatan, saya merasa sedih atas banyaknya korban jiwa yang jatuh dari para penumpang. Kami harus segera memodernisasi infrastruktur rel yang rusak itu," tulis Suresh Prabhu di Twitter. "Kita utamakan keselamatan, terutama di daerah yang berbahaya."
 
Menteri Prabhu juga mengatakan, kurangnya investasi selama beberapa dekade belakangan ini cukup berdampak pada perbaikan rel. Ia pun berniat untuk mengembalikan kereta api ke masa kejayaannya. Kecelakaan mematikan umum terjadi di kereta api India, Sistem transportasi meluas yang membawa puluhan juta orang setiap harinya itu, tak diimbangi perawatan semestinya. (Jr.)** 
.

Categories:Internasional,
Tags:,