Tawur di Monas Doakan Kedamaian Indonesia

Tawur di Monas Doakan Kedamaian Indonesia

Jakarta - Upacara Tawur yang dilakukan umat Hindu se-Jabotabek di Monas, pada Jumat (20/3/2015) bertujuan untuk mendoakan kedamaian Indonesia.

"Kami melakukannya di Monas karena Monas dekat dengan pusat pemerintahan, seperti dekat dengan Istana Merdeka, Kantor Gubernur. Dengan harapan tidak akan terjadi lagi huru-hara di negeri ini," kata Pemangku Agung Pura Adhitya Jaya I Gusti Made Agung Nugraha, di Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Menurut dia, tawur tahun ini tak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, itu karena Indonesia dinilai masih berada pada situasi yang aman.

Oleh karena itu, tawur atau persembahan yang dilaksanakan di DKI Jakarta pada tahun ini pun sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni Tawur Panca Kelud.

"Kecuali kalau ada kejadian mencolok, Kalau kata umat Hindu Bali perlu ada peningkatan tawurnya. Secara spiritual hal yang dikorbankan oleh umat manusia harus meningkat di banding tahun sebelumnya," kata Made.

Tawur, kata Made, dilakukan satu hari sebelum pergantian tahun saka atau satu hari sebelum nyepi. Ini dilakukan sebagai rasa terimakasih umat Hindu kepada Sang Hyang Widi dan mencegah godaan setan, juga malapetaka yang mendekati manusia.

"Setelah prosesi itu, kami melakukan tapabrata penyepian. Dalam tapabrata ini kami hanya diam, bersemedi dan mengevaluasi diri dari perbuatan yang kami lakukan di tahun sebelumnya," ucapnya.

Sejak Pura Aditya Jaya Rawamangun berdiri pada tahun 1973, tawur selalu digelar di Pura tersebut. Namun, memasuki tahun 2000-an, tawur dipindah ke Monas mengingat Monas adalah simbol dari pusat pemerintahan Indonesia.

Dengan menggelar tawur di Monas, umat Hindu berharap Indonesia bisa memiliki pemerintahan yang damai, tentram, dan sejahtera.

"Kalau kita hidup dalam ketidaknyamanan kapan kita bisa bekerja? Kapan para pejabat menyelesaikan tugas pejabatnya?," ucapnya seraya menuturkan, tahun 2014 lalu upacara tawur kembali ke dalam pura di Rawamangun karena umat hindu khawatir dipolitisir.

"Agama itu kan hubungan manusia dengan Tuhan. Kami khawatir dipautkan dengan politik saat itu," kata dia. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,