Lee Menyulap Singapura dari Kumuh Menjadi Modern

Lee Menyulap Singapura dari Kumuh Menjadi Modern

Mantan Perdana Meneteri Singapura, Lee Kuan Yew.

Jakarta - Singapura ditinggalkan warisan yang cukup banyak, menyusul meninggalnya mantan Perdana Meneteri Singapura Lee Kuan Yew.
 
Pria yang baru saja tutup usia itu memiliki prestasi yang tidak terbantahkan, terkait dengan kemajuan perekonomian negaranya.
 
Seperti dilansir Forbes, Senin (23/3), Lee Kuan yew mewariskan kemakmuran dan ketertiban di Singapura. Namun, daya tahan warisannya tersebut masih dipertanyakan.
 
Dulu, Lee dan partainya (PAP) berfokus pada pengembangan infrastruktur modern, mulai dari pelabuhan dan jalan serta pendidikan.
 
Mungkin prestasi yang paling luar biasa dari PAP adalah penciptaan Dewan Pengembangan Perumahan, yang ternyata sebagian besar dari penghuni permukiman kumuh yang berpindah menjadi pemilik apartemen yang kecil tapi bersih dan modern.
 
Sebagai pasar real estate di Asia hal tersebut memanas, karena biaya perumahan di Singapura jauh lebih masuk akal daripada di kota-kota utama di Cina, Hongkong ataupun Tokyo.
 
Di bawah bimbingannya, segala sesuatu mulai dari membersihkan jalan hingga mengembangkan sistem pendidikan dasar terbaik di dunia, begitu menarik perusahaan asing. Hal itu terjadi pada saat Cina, India, dan sebagian besar negara-negara Asia Tenggara tertutup untuk investasi.
 
Lee berhasil membuat Singapura menjadi destinasi yang disukai untuk perusahaan internasional.
 
Di samping itu, Lee dan Perdana Menteri Cina Deng Xiaoping menjadi yang pertama kali merumuskan pendekatan ekonomi baru Asia. Yakni pencampuran modernitas kapitalis dengan ekonomi negara yang diarahkan dan otoritarianisme.
 
Meski represi pembangkang di kedua negara itu menyinggung negara Barat, modal asing dan teknologi dari asing terus mengalir deras dan tidak terkalahkan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,