Musim Penghujan Pengaruhi Produksi Kendang

Musim Penghujan Pengaruhi Produksi Kendang

Musim Penghujan Pengaruhi Produksi Kendang

Bandung - Musim hujan berpengaruh menurunkan produksi para pengrajin alat musik tradisional kendang di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

"Saat cuaca cerah dan kemarau sanggup membuat hingga 15 set kendang per minggu, namun karena cuaca buruk saat penghujan seperti kali ini kami hanya sanggup membuat sekitar dua set saja," kata pengrajin kendang Yosep Dian Sutisna (27) di Bandung, Kamis (26/3/2015).

Ia mengatakan suhu udara yang lembab menggangu proses pengeringan kendang, akibatnya kuluwung atau badan kendang berbahan kayu yang menjadi resonator bunyi dapat kembali mengeluarkan getah.

"Kayu nangka memang seperti itu bila belum kering, getahnya sering keluar lagi," kata Yosep.

Bila cuaca cerah proses penjemuran kuluwung kayu nangka membutuhkan waktu hingga tiga hari. Tak hanya cerah, intensitas suhu udara yang terlalu panas juga berpengaruh bagi alat musik tabuh tersebut.

"Bila suhu saat penjemurannya terlalu panas kuluwung akan pecah," katanya.

Yosep mengatur siasat agar kendang buatannya tetap berproduksi, salah satu cara adalah mengeringkan kuluwung dengan bantuan kompor gas.

"Saya meletakkannya di atas kompor gas hingga lima jam. Meski cepat kering, tapi dalamnya hitam karena asap," katanya.

Saat ini kendang kreasi warga Neglasari tak hanya dijual di pasar lokal dan nasional, melainkan juga menembus pasar mancanegara, seperti Jepang, Tiongkok hingga Yunani. (AY)

.

Categories:Info Bisnis,
Tags:bisnis,

terkait

    Tidak ada artikel terkait