Bela Negara Bangsa Indonesia Terlalu Rendah

Bela Negara Bangsa Indonesia Terlalu Rendah

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu

Magelang - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu mengatakan wawasan kebangsaan atau bela negara bangsa Indonesia terlalu rendah.

"Berdasarkan survei masalah wawasan kebangsaan yang dilakukan di 106 negara, Indonesia menempati urutan ke-95, ini rendah sekali," katanya di Magelang, Sabtu (28/3/2015).

Ia mengatakan hal tersebut pada pembukaan Musyawarah Nasional IX Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI/Polri (FKPPI) di kompleks Akademi Militer Magelang.

Ia menuturkan untuk bela negara harus siap mati, siap mengorbankan diri untuk bangsa dan negara.

"Bagaimana kalau jiwa kebangsaan ini tidak ada, apakah bisa mengorbankan jiwanya. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Pertahanan," katanya.

Ia mengatakan waktu berlalu dengan cepat, demikian juga perkembangan dunia pun semakin cepat di tengah era globalisasi saat ini, tantangan baru dunia yang semakin terbuka menyadarkan dan memberikan makna bahwa bangsa ini sudah ketinggalan jauh di dalam arus globalisasi.

"Oleh karena itu, tidak mungkin kita berdiri di luar, tetapi juga tidak bijak kalau kita mengatakan seolah-olah globalisasi itu adalah sumber permasalahan dalam bernegara karena dalam kenyataannya banyak negara yang berhasil menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya melalui globalisasi," katanya.

Ia mengatakan faktor kemajuan teknologi informasi komunikasi berakibat terjadinya perubahan signifikan yang dapat berbentuk kesejahteraan maupun sebagai ancaman yang berpengaruh pada kondisi ketahanan nasional suatu bangsa.

Ia menuturkan sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang dapat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Namun, bangsa ini mampu mempertahankan eksistensinya dan intensitasnya hingga kini.

Ia mengatakan dari aspek geopolitik dan geostrategi dalam posisi geografis, sumberdaya alam, dan jumlah serta kemampuan penduduk Indonesia penting di mata dunia dan menjadi ajang persaingan kepentingan serta perebutan pengaruh antarnegara besar secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi dan membahayakan segala aspek kehidupan.

"Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional agar dapat mengatasi setiap bentuk ancaman dan gangguan dari manapun datangnya," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,