Rakyat Nigeria Pilih Presiden Baru

Rakyat Nigeria Pilih Presiden Baru

Rakyat Nigeria pergi ke tempat-tempat pemungutan suara untuk memilih seorang Presiden baru.

Otuoke - Rakyat Nigeria pergi ke tempat-tempat pemungutan suara pada Sabtu (28/3/2015) untuk memilih seorang presiden baru di negara berpenduduk paling padat di Afrika itu dalam pemungutan suara yang diganggu oleh kekerasan Boko Haram dan masalah teknologi baru.

Kelompok militan Boko Haram yang pemberontakannya telah memaksa penundaan pemilihan selama enam pekan tampak mengeluarkan peringatan mereka akan mengganggu proses itu dengan menyerang dua tempat pemungutan suara di Gombe, negara bagian di timur laut Nigeria. Serangan tersebut menyebabkan dua orang meninggal.

"Kami bisa mendengar teriakan para pria bersenjata, 'Tidakkah kami peringatkan kalian supaya tidak memberikan suara?'" kata seorang pejabat setelah penembakan-penembakan di Birin Bolawa dan Birin Fulani.

Tempat-tempat pemungutan suara buka lebih awal pada pukul 7 GMT di seantero negeri.

Di banyak tempat, para petugas dan bahan-bahan pemilihan datang terlambat sehingga proses akreditasi pada waktu pagi tertunda menjelang dimulainya pemungutan suara sejak pukul 12.30 GMT.

Teknologi baru yang digenggam untuk membaca kartu-kartu identitas biometrik pemilih digunakan untuk pertama kali, yang Komisi Pemilihan Nigeria harap akan memutus kecurangan pemilih yang telah terjadi dalam pemilihan-pemilihan sebelumnya.

Kartu pembaca di alat itu bermasalah pada saat Presiden Goodluck Jonathan dan istrinya Patience melakukan proses akreditasi. Keduanya meninggalkan tempat pemungutan suara sementara masalah itu diselesaikan setelah berdiri menunggu di suhu udara panas di kampung halamannya Otuoke.

Jonathan, yang berusia 57 tahun, mengenakan topi kesukaannya dan berbusana hitam, kemudian kembali dan menjalani proses akreditasi dengan menggunakan sistem manual lama.

Partai Demokratis Rakyat (PDP) yang berkuasa dan dipimpin Jonathan telah menyuarakan keprihatinan mereka atas penggunaan teknologi tersebut, dengan menyebutnya alat itu belum diuji sementara itu partai oposisi utama Kongres Progresif Semua (APC) telah mendukungnya.

Calon APC Muhammadu Buhari, yang mengenakan busana putih dan peci, mendaftar tanpa ada gangguan pada alat itu di kampung halamannya Daura, di negara bagian Katsina, Nigeria Utara.

Sebanyak 14 calon mengikuti pemilihan presiden sementara 1.537 calon dari 28 partai bersaing untuk memperoleh 469 kursi di majelis Nasional pada waktu yang sama. (AY)

.

Categories:Internasional,