BPBD Sukabumi Diminta Bertindak Cepat

BPBD Sukabumi Diminta Bertindak Cepat

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - DPRD Jawa Barat optimistis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi dapat bertindak cepat dalam mengatasi dan membantu korban longsor di Kecamatan Cireungas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/3/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.


"Saya kira teman-teman di BPBD Provinsi Jabar ataupun kabupaten terkait akan bertindak cepat untuk membantu para korban longsor di Sukabumi," kata Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi, di Bandung, Minggu.

Politisi perempuan dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat ini menyatakan rasa prihatin atas musibah longsor yang terjadi di kampung halaman Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut.

"Tentunya ini sangat memprihatinkan. Saya turut berduka bagi warga yang menjadi korban. Dan semoga saja bencana ini tidak semakin parah, tidak sampai mengganggu akses jalan setempat apalagi cuaca sekarang masih sering hujan deras," katanya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera meninjau lokasi untuk melihat secara langsung keadaan di lokasi kejadian.

"Insya Allah, secepatnya kami akan melihat secara langsung seberapa parahnya, mungkin besok akan meninjau kesana," kata Ineu.

Ia menuturkan, Provinsi Jawa Barat memang berpotensi terjadi banyak bencana, terlebih keadaan cuaca saat ini yakni hujan deras sehingga membuat banyak daerah menjadi rawan bencana.

Sebanyak 12 orang tertimbun tanah longsor di Kecamatan Cireungas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (28/3) sekitar pukul 23.00 WIB, dua orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sepuluh orang lagi masih tertimbun.

"Ada beberapa rumah yang tertimbun longsor dengan jumlah penghuni 12 orang, dua orang ditemukan selamat namun 10 orang lainnya masih dalam pencarian," kata Camat Cireunghas, Bandan, di Sukabumi, Minggu (29/3/2015).

Ia mengatakan longsor yang terjadi di Kecamatan Cireunghas tersebut disebabkan oleh hujan deras yang terjadi dari Sabtu, (28/3/2015).

Diduga, tanah di permukiman warga sudah labil sehingga tidak bisa menahan aliran air yang akhirnya terjadi longsor. Pencarian masih terus dilakukan terhadap 10 korban bencana tanah longsor ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengungsikan sekitar 100 jiwa korban bencana tanah longsor tebing setinggi kurang lebih 30 meter di Kampung Cimerak yang menyebabkan 10 orang tertimbun.

"Kami ungsikan ratusan jiwa ini karena rumahnya berada di bawah dan berdekatan dengan lokasi longsor yang menimbun 10 orang warga Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas yang saat ini baru dua korban ditemukan atas nama Aisyah (50) dan Maya (13)," kata Wakil Bupati Sukabumi, Ahmad Jajuli di Sukabumi, Minggu. (AY)
.

Categories:Daerah,
Tags:,