Produksi Ikan RI Terancam Diboikot AS dan Eropa

Produksi Ikan RI Terancam Diboikot AS dan Eropa

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Nama PT Pusaka Benjina Resources (PBR) yang bermarkas di Benjina, Maluku menjadi mendunia karena prestasinya. Sayangnya, prestasi tersebut bukanlah prestasi positif.
 
PT Pusaka Benjina Resources menjadi sorotan lantaran adanya isu perbudakan para Anak Buah Kapal (ABK) di kapal milik Thailand tersebut. Celakanya, perusahaan itu memiliki bendera Indonesia.
 
Akibatnya, beberapa negara besar seperti Amerika Serikat (AS) serta Eropa, mengancam akan memboikot produk ikan dalam negeri. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bila perbudakan tersebut tidak melibatkan pihak Indonesia.
 
Namun, lantaran PT PBR merupakan perusahaan dalam negeri yang berafiliasi dengan Thailand, maka Indonesia dianggap uikut terlibat dalam kasus ini. "Amerika dan Eropa tahu tentang itu tidak melibatkan negara kita, tapi perusahaan Indonesia yang membekingi," tutur Susi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/4).
 
Sementar itu, Direktur Jenderal Pemasaran hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut Hutagalung mengatakan Amerika maupun Eropa telah meminta kepastian terkait kasus perbudakan itu kepada pihak pemerintah.
 
Menurutnya, meskipun terdapat kejadian itu Indonesia masih terbilang aman. "Mereka makin percaya. Kejadian itu tahu petanya, praktik ini terjadi oleh kapal Thailand di wilayah laut Indonesia dan oleh perusahaan Thailand," tegasnya.
 
Dia yakin, jika pemerintah Indonesia tidak akan berpotensi terkena sanksi apapun. "Selama ini tidak ada masalah, justru positif mereka itu ingin tahu dan datang ke sini," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,