Mahasiswa Deklarasikan Lima Tuntutan #UltimatumJokowi

Mahasiswa Deklarasikan Lima Tuntutan #UltimatumJokowi

Jakarta - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengeluarkan Lima Tuntutan Rakyat yang dideklarasikan pada Malam Refleksi Milad ke-17 KAMMI. Lima Tuntutan Rakyat itu, yakni ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kegaduhan dan kesulitan yang membelit rakyat. 

Lima tuntutan itu dibacakan langsung oleh Ketua Umum PP KAMMI, Andriyana. Pertama, jalankan Nawa Cita sesuai konstitusi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kedua, turunkan harga BBM dan sembako dengan kembalikan hak subsidi rakyat serta dan stabilkan nilai tukar rupiah. Ketiga, tegakkan hukum yang bebas kepentingan politik. Keempat, batalkan bagi-bagi kursi jabatan. Kelima, lindungi hak pribumi dari kepentingan asing dan aseng.

"Lima tuntutan rakyat #UltimatumJokowi ini adalah desakan bagi Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kesulitan dan kegaduhan, yang kini dirasakan masyarakat. Pemuda dan mahasiswa tidak akan segan memberikan desakan yang lebih besar bila hingga 20 Mei 2015 tidak ada keseriusan Presiden memenuhi Lima Tuntutan Rakyat ini," tegas Andriyana.

Milad ke-17 KAMMI yang bertemakan "Menggugat peran pemuda dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia" turut hadir Prof. Dr. Jimmly Ashshidiqie sebagai dewan penasihat KAMMI. Di hadapan ratusan kader KAMMI, Jimly mengharapkan KAMMI mampu membaca realitas masyarakat dan bangsa dengan tepat, serta menjadi negarawan yang baik. Negarawan bukan hanya menjadi politisi, tapi juga menjadi businessman yang paham politik dan berkontribusi untuk kebaikan bangsa.

"KAMMI diharapkan  mampu merefleksi perjuangan dan sekaligus memberikan kontribusi terhadap Indonesia. Aksi itu bukan sekadar aksi turun ke jalan, namun memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi diri sendiri dan masyarakat secara paripurna,"  ungkap Jimmly yang tengah menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Jimmly juga mengingatkan semua kader KAMMI agar mampu menghasilkan karya dan menjadi mahir di pos keahlian masing-masing, dan tidak hanya tergiur dengan jabatan politik. Dia berharap agar semangat perjuangan kader KAMMI terus hidup selayaknya semangat reformasi saat KAMMI lahir.

Pada sisi lain, Maukuf sebagai Majelis Pertimbangan Pusat KAMMI dalam sambutannya menambahkan, kader KAMMI harus terus menjaga keutuhan NKRI sebagai tanah tumpah darah KAMMI. "Saya mendukung gerakan mahasiswa mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK. Mahasiswa harus mengobarkan semangat aksi hingga tuntutan perbaikan kondisi masyarakat dan bangsa segera terwujud," kata Maukuf. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:jokowi,