Peristiwa 'Bulan Berdarah' Sebuah Renungan bagi Semua

Peristiwa 'Bulan Berdarah' Sebuah Renungan bagi Semua

Ilustrasi.(Foto:Net)

California - Peristiwa gerhana Bulan total yang akan terjadi Sabtu (4/4/2015) mendatang, bisa dinikmati dari seluruh penjuru Tanah Air. Namun, Indonesia bagian tengah menjadi kawasan yang terbaik untuk melihat fenomena tersebut.
 
Gerhana Bulan total kali ini akan mengubah warna bulan menjadi merah darah. Peristiwa itu dapat terlihat di langit  Amerika Utara, Asia dan Australia. Namun, apakah fenomena Bulan Berdarah itu berdampak serius bagi Bumi?  
 
Kejadian itu diprediksi akan bisa disaksikan mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Namun berbeda dengan di Indonesia bagian barat yang diperkirakan hanya bisa menyaksikan gerhana ini sekitar 75 persen. Sedangkan kalau mengamati langit menjelang senja akan terjadi puncak gerhana pada pukul 19.00 WIB, dan hanya berlangsung sekitar 5 hingga 6 menit.
 
Banyak asumsi dan perkiraan menanggapi seputar fenomena yang cukup langka tersebut. Seperti dilansir laman Daily Mail, Kamis (2/4/2015) salah satu pendeta di Amerika Serikat menyatakan, fenomena Bulan Berdarah atau blood moon pada gerhana Bulan Total nanti, diprediksi akan mengubah dunia dalam waktu dekat ini. Namun, prediksi itu dibantah oleh NASA yang menyatakan, perubahan rona Bulan sepenuhnya tidak berbahaya.  
 
Fenomena gerhana Bulan Total yang terjadi nanti merupakan gerhana bulan ketiga, setelah gerhana Bulan sebelumnya terjadi pada April 2014, September 2014, dan diperkirakan akan terjadi lagi pada 28 September 2015. Menanggapi fenomena Bulan Berdarah, pastur John Hagee dari Amerika Serikat pun menyatakan bahwa peristiwa besar dan langka yang mengerikan akan terjadi pada Bumi.  
 
Oleh karena itu, Haggle juga meyakini bahwa fenomena gerhana Bulan yang terjadi bertepatan dengan minggu Paskah, menandakan suatu hal dramatis yang akan mengubah keseluruhan dunia. Dia mempercayai hal itu karena telah dituliskan dalam Alkitab.  
 
"Alkitab menyatakan, ketika Anda melihat tanda-tanda ini dan empat bulan darah yang terjadi ialah salah satu tanda-tanda signifikan akhir zaman akan datang," ujar Haggle. Namun begitu, menanggapi perkiraan itu pihak NASA memberikan jawaban secara ilmiah. 
 
NASA berpendapat, fenomena Bulan Berdarah merupakan peristiwa yang wajar saat terjadi gerhana Bulan total.  "Selama gerhana, Bulan memang sering terlihat kemerah-merahan karena sinar Matahari telah melewati atmosfer Bumi, yang menyaring sebagian besar sinar biru," jelas NASA.  
 
NASA memperkirakan, fase gerhana Bulan yang dilihat dari Australia, Jepang, Cina, dan Asia Tenggara akan terjadi selama 12 menit. Sementara itu, gerhana Bulan akan berlangsung selama lima menit di Amerika Serikat.  (Jr.)**

 

.

Categories:Unik,
Tags:antariksa,