Ribuan Rumah di Garut Terancam Abrasi

Ribuan Rumah di Garut Terancam Abrasi

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyatakan ribuan rumah wilayah perkotaan Garut yang berdiri di pinggiran sungai terancam abrasi pada musim penghujan.

"Ada ribuan rumah dan bangunan yang berdiri di pinggiran sungai berpotensi rawan abrasi," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Agus Sofyan kepada wartawan, Rabu (8/4/2015).

Ia menyebutkan, rumah yang terancam abrasi itu berada di pinggiran aliran Sungai Cimanuk, Ciwalen, Cibelik, Cigulampeng, dan Cikendi.

Sesuai aturan, kata dia, bangunan tidak boleh berdiri dengan jarak sekitar 10 meter dari batas sungai.

"Sesuai aturan 10 meter dari sungai tidak boleh ada bangunan, namun kenyataannya banyak rumah yang didirikan, bahkan di atas sungai," kata Agus.

Upaya pencegahan ancaman abrasi itu, kata Agus, Pemerintah Kabupaten Garut sudah melakukan pengerukan sungai agar abrasinya tidak terlalu parah pada musim penghujan.

Pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat tentang larangan mendirikan bangunan sekitar aliran maupun di atas sungai.

"Kami menyampaikan kepada pemerintah tingkat kecamatan, desa, kelurahan, termasuk ke RT dan RW masalah selayaknya mendirikan bangunan di wilayahnya masing-masing," katanya.

Kepala Bidang Perumahan, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Garut Satriabudi menambahkan, ribuan bangunan rumah sekitar aliran sungai itu dipertanyakan perizinannya.

Pihaknya belum mengetahui status rumah atau bangunan yang didirikan warga di bantaran sungai itu merupakan lahan milik pribadi, pemerintah, atau pihak lainnya.

"Masalah perizinan, apakah sudah ditempuh atau tidaknya juga belum bisa diketahui secara pasti," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,