Mengembalikan Bandung sebagai Kota 'Paris van Java'

Mengembalikan Bandung sebagai Kota 'Paris van Java'

Jalan Braga, sebagai landmark Kota 'Paris van Java' 1930. (net)

Bandung - Kawasan Asia Afrika terlihat berbeda dengan hadirnya lampu-lampu unik seerta tempat duduk di sepanjang jalan tersebut. Hal itu sekilas tampak seperti di luar negeri, yang konsepnya diubah secara penuh oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil. Dia mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari sebutan Kota Bandung sebagai 'Bandung Paris van Java'.
 
"Saya terinspirasi karena dulu Bandung adalah Paris van Java, ya saya kembalikan  begitu seperti suasana Paris. Ada gedung, lampunya jadul  ada bunga dan tempat duduk, bangunan ada art deco," paparnya.
 
Emil menjelaskan, Paris van Java tersebut referensinya yakni kota- kota di kawasan Eropa. Untuk mempercantik kawasan Asia Afrika misalnya, Emil pun meminta bantuan kepada tim Forum Kota Bandung, dimana mereka beranggotakan  para arsitek yang cinta Bandung.
 
Menurutnya, biaya untuk mempercantik kawasan Asia Afrika itu sendiri, misalnya untuk trotoarnya saja menghabiskan dana sebanyak Rp 5 miliar. Sedangkan jika seluruh kota tua di Bandung ingin dipercantik maka dibutuhkan biaya sebanyak Rp 1 triliiun. Emil mengaku untuk mengubah Kota Bandung menjadi cantik juga membutuhkan waktu yang lama.
 
"Lima tahun nggak akan cukup, 10 tahun nggak akan cukup, tapi mungkin 15 tahun Bandung bisa keren/ Makanya dari sekarang dicicil, ya kaya sekarang bisa ada itu seperti di Paris dan kota Eropa lainnya," tuturnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,