2 Anggota Kepolisian Kasus Judi Online Divonis 2 Tahun

2 Anggota Kepolisian Kasus Judi Online Divonis 2 Tahun

Tiga terdakwa dalam sidang putusan kasus judi online yang menyangkut 2 anggota kepolisian, di ruang sidanh PN Bandung Senin sore (20/4/2015).

Bandung - Sidang putusan kasus penyuapan judi online yang menyangkut dua terdakwa anggota kepolisian, yaitu Ajun Komisaris Dudung Suryana dan Brigadir Amin Iskandar dan Ali Irawan digelar di Pengadilan Negeri Kota Bandung, Jalan LRE Martadinata, Senin (20/4/2015) siang.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kistman G Damanik dengan hakim anggota Djoko Indiarto dan Rodjais Irawan itu, memutuskan dua terdakwa anggota kepolisian Dudung Iskandar dan Amin Iskandar, terbukti bersalah menerima uang suap secara bersama - sama dan berlanjut. Sehingga kedua terdakwa itu divonis 2 tahun kurungan penjara subsidair 1 bulan dengan denda 50 juta.

"Kami memutuskan Dudung Iskandar dan Amin terbukti melakukan kesalahan, dengan menerima uang suap secara berlanjut dengan hukuman kurungan 2 tahun penjara," ungkap Ketua Majelis Hakim.

Sedangkan Ali Irawan, kontraktor pemborong rumah dan pedagang cakwe dinyatakan bersalah dengan memberi suap kepada kedua terdakwa, divonis dengan hukuman yang sama, yaitu 2 tahun kurungan penjara subsidair 1 bulan dengan denda 50 juta rupiah.

Diketahui, hukuman itu berkurang setelah sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut ketiga terdakwa 3 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah. Jaksa Penuntut Umum Melur K mengatakan, ketiga terdakwa lolos dari jeratan pasal primer yaitu Pasal 12, akhirnya hukuman jatuh di Pasal 5 UU Tipikor.

"Awalnya terdakwa ini dijerat Pasal 12 yaitu tuntutan primer, tapi diputuskan dua terdakwa bebas dari pasal ini yang akhirnya dikenakan Pasal 5, yaitu menjanjikan dan memberikan sesuatu kepada kedua terdakwa," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus judi online berawal pada Juni- Juli 2014 ketika Unit V Ditreskrimum Polda Jabar, tengah menangani perkara judi online itu. Dudung adalah anggota penyidik dalam kasus itu, sedangkan Amin merupakan penyidik pembantu.

Saat itu, penyidik memblokir paling tidak 459 nomor rekening yang tampil langsung pada laman setiap situs atau yang terlibat transaksi, dengan rekening pada situs yang ditangani Polda Jabar. Situs itu antara lain www.1.dewapoker.netwww.bolanation.com,www.macau442.com, dan www.kakakdewa.com. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,