60 Terpidana Mati Menunggu untuk Dieksekusi Mati

60 Terpidana Mati Menunggu untuk Dieksekusi Mati

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Hingga sekarang ini, masih terdapat 60 orang menunggu untuk dilakukan eksekusi. "Indonesia sudah masuk dalam tahap darurat narkoba, menyusul hukuman yang telah dijalankan. Ada 60 orang lainnya yang menunggu hukuman mati selanjutnya," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Anang menjelaskan, saat ini Indonesia sudah masuk dalam kondisi darurat narkoba, sudah banyak korban berjatuhan akibat penyalahgunaan narkotika. "Prefelensi pengguna narkoba sudah mencapai 4 juta lebih pengguna, terhitung tiap hari meninggal ada sebanyak 50 orang terkena HIV atau AIDS dari penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Menurutnya, dari penyalahgunaan itu juga memberikan kerugian terhadap negara yang cukup besar.  "Kerugian negara telah mencapai Rp 63 triliun per tahun, itu untuk begara, bagaimana perorangan," kata Anang.
Seperti diketahui, eksekusi mati jilid II dilaksanakan di Lapangan Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan Cilacap, Rabu pukul 00.25 WIB. Dalam kesempatan itu sebanyak delapan terpidana kasus narkoba yang dieksekusi.
Mereka, adalah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brazil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), dan Okwudili Oyatanze (Nigeria). (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,