“Dokter” Penculik Bayi Sampaikan Pembelaan

“Dokter” Penculik Bayi Sampaikan Pembelaan

Terdakwa kasus penculikan bayi, Desi Ariani FOTO ANTARA

Bandung - Terdakwa Desi Ariani (32) pelaku tunggal yang menyamar sebagai dokter saat penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menyampaikan pembelaan atas perbuatannya menculik bayi yang bukan untuk dijual tetapi ingin dimiliki saat sidang pleidoi di Pengadilan Negeri Bandung, Jabar, Rabu (15/10/2014).

Nota pembelaan terdakwa dibacakan oleh penasehat hukumnya Yopi Gunawan, SH di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sihol B Manalu, SH, dua anggota hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pembelaan yang disampaikan Yopi itu bahwa terdakwa tidak pernah berniat mengambil bayi tersebut untuk diperjualbelikan atau disakiti.

Terdakwa hanya ingin memiliki bayi tersebut yang dilakukan secara spontanitas ketika berkunjung ke Rumah Sakit lalu melihat bayi tersebut.

"Hati perempuan mana yang tidak tersentuh melihat bayi mungil, apalagi saya merasa kehilangan anak (keguguran)," kata Yopi mengucapkan kembali pernyataan terdakwa dalam nota pembelaannya.

Namun pembelaannya itu, terdakwa juga menyadari perbuatannya salah dan siap mempertangungjawabkannya dengan hukuman seringan-ringannya.

Selain itu terdakwa menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada keluarga bayi yang diculik, serta minta maaf telah mempermalukan keluarga, orang tua dan anak.

Berdasarkan pembelaan terdakwa itu, Yopi berharap Hakim memberikan hukuman yang ringan, dengan pertimbangan lain terdakwa harus menafkahi orang tua dan anaknya.

"Mudah-mudahan memberikan hukuman seringannya karena terdakwa harus mencari nafkah untuk anak dan keluarganya," kata Yopi.

Sebelumnya terdakwa dituntut lima tahun penjara denda Rp60 juta atau subsider kurungan tiga bulan penjara.

Tuntutan JPU tersebut lebih ringan dari ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Aksi Desi menculik dengan berpura-pura sebagai dokter, kemudian menculik bayi baru dilahirkan dari ibu Lasmaria Boru Manulang (25) istri dari Toni Manurung (26) di RSHS Bandung, 25 Maret 2014.

Bayi yang diculik berhasil ditemukan dalam keadaan sehat di tempat kostan pelaku, sementara penculiknya ditangkap polisi setelah sempat melarikan diri. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kriminal,