Telusuri Industri Langgar Aturan

Telusuri Industri Langgar Aturan

ilustrasi. (Net)

Cimahi - Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi Robin Sihombing menyatakan, segera menelusuri industri yang melanggar aturan atau merugikan masyarakat.

"Persoalan ini (industri bermasalah) sesuai yang dibidangi kami di Komisi III, untuk itu kami berencana untuk melakukan sidak," kata Robin kepada wartawan di Cimahi, Selasa (5/5/2015).

Ia mengatakan, persoalan industri yang menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Cimahi yakni keberadaan pabrik celup PT. Long Sun yang diduga telah melanggar aturan.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa PT. Long Sun telah mendapatkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum tentang pengambilan air permukaan, namun kenyataannya tidak ada.

"Anehnya lagi, kok bisa Pemkot tidak tahu," kata Robin.

Ia menuturkan, pabrik yang diduga mengambil air permukaan tanah tak berizin itu dilaporkan telah merugikan ratusan petani di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.

Persoalan itu, lanjut dia, harus segera ditindak tegas oleh Pemerintah Kota Cimahi karena telah memberikan dampak merugikan masyarakat khususnya petani.

"Petani setempat kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka," katanya.

Terkait PT. Long Sun yang mengaku telah memiliki izin dari Kementerian terkait untuk pengambilan air di anak Sungai Citarum, menurut Robin, tidak dapat dibenarkan.

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan segala izin pemanfaatan air permukaan bukan dikeluarkan pemerintah pusat, melainkan pemerintah provinsi dan mendapatkan persetujuan dari kabupaten/kota.

"Ini jelas pelanggaran serius yang mesti segera dibenahi agar tidak merugikan orang banyak," katanya.

Ia berharap, setelah menelusuri kemudian menemukan fakta di lapangan yang melanggar aturan, maka secepatnya akan meminta dinas terkait Pemkot Cimahi untuk menindaknya.

"Teguran keras harus segera dilakukan oleh dinas kalau memang perusahaan itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,