Depresiasi Nilai Rupiah Kuras Susutnya Cadangan Devisa

Depresiasi Nilai Rupiah Kuras Susutnya Cadangan Devisa

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Bank Indonesia (BI)  mengakui, cadangan devisa hingga akhir April 2015 mengalami penurunan menjadi 110,9 miliar dolar AS, dari yang sebelumnya sebesar 111,6 miliar dolar AS pada akhir Maret 2015.

Menurut Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyusutnya cadangan devisa dikarenakan langkah BI untuk menjaga volatilitas daripada nilai tukar rupiah yang sepanjang April terdepresiasi. "Artinya, memang karena untuk jaga volatilitas (rupiah)," kata Agus di Jakarta, Jumat (8/5/2015) malam.

Namun, secara umum pergerakan rupiah hingga Jumat pagi hanya terdepresiasi enam persen secara year to date. Angka ini lebih kecil dibading depresiasi pada negara emerging market lainnya. "Yang kelihatannya depresiasinya besar year to date adalah Turki 13 persen," katanya.

Depresiasi itu terjadi karena market mengikuti proses negosiasi di Yunani dan juga dipengaruhi oleh statement dari Gubernur Bank The Federal Reserve, Janet Yellen. "Ada statement di Janet yellen yang bilang harga-harga saham di AS sudah kemahalan," ujarnya.

Sebelumnya, Yellen mengatakan otoritas moneter Amerika Serikat juga memandang adanya tekanan terhadap surat utang berimbal hasil tinggi. Usai pernyataan tersebut, pasar saham AS melemah setelah sebelumnya tergerus oleh rilis data ketenagakerjaan swasta yang melemah.

Yellen juga menyoroti risiko suku bunga jangka panjang yang akan menanjak saat The Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter dengan menaikkan Fed Funds Rate. Hal itu berisiko mengganggu sistem finansial. “Maka dari itu kami berusaha untuk berkomunikasi sejelas mungkin tentang kebijakan moneter sehingga pasar tak terkejut,” tandasnya. (Jr.)**

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,