Jabar Merupakan Wilayah Paling Rawan Longsor

Jabar Merupakan Wilayah Paling Rawan Longsor

Ilustrasi Longsor

Bandung - Setiap Provinsi di Indonesia memiliki wilayah yang rawan bencana geologi, yang telah dipetakan. Jawa Barat termasuk wilayah longsor nomor satu di Indonesia. Demikian diungkapkan Dr. Ir. Surono Kepala Badan PVMBG Jabar, kepada wartawan di Gedung Geologi Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (9/5/2015) siang.

"Longsor Jabar selalu menjadi nomor satu di Indonesia. Sebagai contoh tanah longsor tahun 2011 terjadi 29 kejadian, Jawa Tengah 13 kejadian, Jawa Timur 13 kejadian. Jadi untuk jumlah kejadian masih didominasi Jabar, melihat kondisi tanah dan daerah perbukitan yang terjal," ungkapnya.

Menurutnya, suatu wilayah disebut rawan longsor bukan karena adanya kegundulan hutan, lereng yang terjal. Namun memang karena kondisi tanahnya yang memang rawan longsor.

"Wilayah rawan bencana tidak mungkin dibuat tidak rawan bencana, meski dengan dibuat hutan. Di Jabar mencakup19 kabupaten semua rawan longsor, Saat ini saja Pangalengan ribut masalah longsor, beberapa waktu lalu Kabupaten Kuningan, Sumedang, Majalengka, Cianjur sudah mengalami masalah longsor bahkan setiap tahun," beber Surono.

Saat ditanya mengenai longsor di Pangalengan Cibitung, dirinya menjelaskan daerah tersebut memang rawan longsor dan pemicunya hujan yang berlangsung lama.

"Pada tanggal 15 April BNPB Kabupaten Bandung telah menyurati Badan Geologi untuk memeriksa lokasi itu. Tanggal 2 mei tim kami memberikan keterangan kepada pihak BNPB dan PT Star Energy untuk mengimbau warga, meninggalkan lokasi itu ke tempat yang aman. Sebab ada indikasi longsor karena keretakan di tanah. Jika terjadi longsor maka pipa di dalam tanah akan tertimpa longsoran dan menyebabkan ledakan," paparnya.

Surono menegaskan, PT Star Energy dan warga merupakan korban dari longsoran yang disebabkan oleh pergerakan tanah. "Lokasi itu memang rawan longsor, jadi baik pihak perusahaan maupun warga tidak bisa disalahkan," pungkasnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,