Cetak 100.000 Ha Lahan Sawah Baru Sampai 2017

Cetak 100.000 Ha Lahan Sawah Baru Sampai 2017

Pemprov Berencana Cetak 100 ribu hektare lahan sawah baru

Bandung - Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan mencetak 100.000 hektare (ha) lahan sawah baru sampai 2017 untuk meningkatkan produktivitas pangan sebagai antisipasi terjadinya kerawanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.

"Sampai 2017 ditargetkan tercetak 100 ribu hektare lahan sawah baru yang tersebar di berbagai daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jabar Diden Trisnadi usai memperingati hari pangan se-dunia di Gedung Sate, Bandung, Jumat (17/10/2014).

Ia menuturkan, pencetakan sawah baru di Jabar dilakukan secara bertahap setiap tahunnya, 2013 sudah tercetak sawah baru seluas 5.000 hektare.

Sedangkan 2014, lanjut dia, menargetkan 20 ribu hektare lahan sawah baru, tahun selanjutnya 2015 ditargetkan 25 ribu hektare, 2016 seluas 30 ribu hektare dan 2017 seluas 20 ribu hektare.

"Cara agar program tersebut terwujud, Pemprov tidak bekerja sendiri tapi berbagi peran dengan pusat agar pencetakan 100 ribu hektare lahan sawah baru bisa optimal," katanya.

Pemerintah Provinsi Jabar akan mencetak lahan sawah baru di wilayah selatan Jabar yakni Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut dan Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi lahan dijadikan areal persawahan.

Pencetakan sawah baru itu akan terlebih dahulu dilakukan survei investigasi desain terhadap lahan-lahan yang akan dijadikan persawahan.

"Akan disurvei, investigasi dulu, karena tidak semua lahan bisa dijadikan persawahan, selain minimnya sumber pengairan, persoalan administrasi pun menjadi faktor lain," kata Diden.

Setelah memenuhi syarat untuk dijadikan sawah baru, kata Diden, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan untuk biaya alih fungsi lahan sebesar Rp10 juta per hektare.

"Selain menambah lahan, peningkatan produktivitas pangan di Jabar juga dilakukan, seperti menerapkan penggunaan teknologi pertanian," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,