Herry, Vonis Majelis Hakim Tidak Adil

Herry, Vonis Majelis Hakim Tidak Adil

Bandung - Setelah sidang vonis Majelis Hakim kepada terdakwa kasus pencairan dana hibah kepada 38 LSM fiktif dan 1 koperasi, terdakwa Herry Nurhayat mengutarakan kekesalannya.

Menurutnya vonis yang diberikan oleh Majelis Hakim tidak adil, pasalnya perwakilan dari 38 LSM dan 1 Koperasi yang dinyatakan fiktif tidak ada yang menjadi tersangka sama sekali.

"39 LSM itu seharusnya ada perwakilannya yang jadi tersangka hukum harusnya harus adil, kenapa semua ditanggungkan kepada saya," ungkapnya kepada wartawan diluar ruang sidang Pengadilan Negeri, Jalan Lre Martadinata Kota Bandung Senin (11/5/2015).

Selain itu dirinya juga menegaskan, mantan DPKAD yang sebelumnya Dadang Supriatna jelas -jelas melanggar Permendagri malahan dibiarkan, saat menjadi saksi pun Dadang Supriatna mengetahui 38 LSM dan 1 Koperasi tersebut fiktif namun mengapa tidak diberitahukan sebelumnya kepada terdakwa.

"Saya mah cuma juru bayar, diperintahkan mencairkan dana saja kan ga mungkin saya periksa dokumen, mantan DPKAD yang dulu juga jelas - jelas dia tau 38 LSM dan 1 Koperasi ini fiktif tapi kenapa tidak memberitahukan kepada saya sebelumnya, jadi ya seharusnya dia bertanggung jawab soal kasus ini," bebernya.

Hingga saat ini, Herry mengakui hanya bisa menjalani hukuman yang telah diberikan dan dirinya menandaskan telah menjadi korban orang - orang yang berkepentingan.

"Saya hanya jadi korban orang - orang yang berkepentingan, dan untuk kasus ini saya seharusnya di ptun - kan bukannya menjadi terpidana karena jelas saya tidak mengenal dan tidak mengetahui sama sekali soal 38 LSM dan 1 Koperai yang dinyatakan fiktif tersebut," paparnya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,