Jabar Bagian Timur, Kawasan Ekonomi Prospetif

Jabar Bagian Timur, Kawasan Ekonomi Prospetif

Jabar Bagian Timur, Kawasan Ekonomi Prospetif

Bandung  -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima Forum Ekonomi Jabar (FEJ) yang dipimpin langsung oleh Jajat Priatna Purwita di Gedung Negara Pakuan, Sabtu (18/10). 

Di hadapan Gubernur, FEJ melakukan presentasi Master Plan Pengembanan Wilayah Jawa Barat Bagian Timur Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Pusat Pertumbuhan Industri. 

Forum Ekonomi Jabar atau FEJ dalam presentasi mengungkapkan, cakupan wilayah timur meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar sampai Pangandaran.

Master plan itu sebagai pengembangan industri yang merupakan ekspansi atau relokasi industri dari wilayah barat Jabar,  yaitu industri tekstil/TPT dan otomotif. Di kawasan timur sendiri sudah berkembang industri furtinur, batik dan pertanian  pertanian, dan perikanan.

Dalam master plan itu disebutkan, untuk pertumbuhan industri dipusatkan di Kertajati, Ujung Jaya dan kawasan industri Kota Cirebon. Sebagai wilayah penyangga adalah Kabupaten Cirebon sebagai pusat palayanan perdagangan, Indramayu sebagai kawasan agrowisata dan wilayah penyangga, Majalengka sebagai pusat penyedia layanan transporasi dan perumahan, Kuningan sebagai kawasan pariwisata dan wilayah penyangga, serta Sumedang sebagai kawasan pariwisata dan pusat inovasi.

Aher didampingi Sekda Jabar Wawan Ridwan, Ketua Kadin Jabar, Kepala Bappeda Denny Juanda , Kadisperindag Ferry Sofwan Arif, Kadishub Dedi Taufik, Kabiro HPU Ruddy Gandakusumah, serta beberpa pejabat terkait lainnya mengaku, pihaknya sangat mengapreasi kajian master plan yang telah dipresentasikan oleh FEJ.

Menurutnya, sejak dulu muncul ide serupa yang diutarakan oleh FEJ. Karena sudah semestinya ada pemerataan pembangunan di semua wilayah di Jawa Barat. Namun dalam pembangunannya harus bisa menguntungakan masyarakat sekitar. Kemudian tercipta tata kelola industri mulai dari hulu hingga hilir.

“Kawasan itu harus dijadikan kawasan perkonomian yang menguntungkan masyarakat, yang ramah lingkungan. Yang berbasis pertanian yang dikelola masyarakat, sehingga betul-betul kita akan sebuah kawasan industri yang mengelola hulu sampai ke hilir. Tentu trigernya adalah hadirnya infrastruktur,” kata Aher saat ditemui usai pertemuan, Sabtu (18/10/2014).

Selain pembangunan infrastruktur, Aher juga menegaskan kembali akan ada pembangunan dari sisi pendidikan. Yaitu dengan pendirian Perguruan Tinggi Negeri di berbagai wilayah di Jawa Barat. Misalnya yang baru-baru ini telah diresmikan, sehingga tenaga kerja local bisa bersaing dan mengisi semua level pekerjaan.

“Kita tentu bisa menempati semua level pekerjaan yang ada. Di bawah, tengah dan atas semua kita ambil porsi tersebut untuk tenaga kerja di kawasan setempat. Oleh karena itu, kita sediakan pendidikannya baik SMK, Perguruan Tinggi maupun Politeknik,” tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,