Renumerasi Naik, Kasad Minta Prajurit Profesional

Renumerasi Naik, Kasad Minta Prajurit Profesional

Kediri - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Gatot Nurmantyo meminta prajuritnya untuk bekerja lebih profesional, seiring dengan adanya kebijakan pemerintah yang menaikan renumerasi prajurit TNI 56-60 persen.

"Prajurit harus lebih disiplin, profesional, dan bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, menjaga bangsa ini tetap aman dan nyaman," katanya, ditemui saat meninjau persiapan prajurit Batalyon Infanteri 521 Kediri, Jawa Timur, Selasa (19/5/2015).

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu mengatakan adanya kebijakan remunerasi yang akan dinaikkan sampai 60 persen itu kebijakan yang sangat membantu. Terlebih lagi, kondisi ekonomi saat ini juga terus naik, sehingga hal itu dinilai baik.

Ia berharap, negara ini tetap aman dan pemerintah bisa berkonsentrasi menjalankan tugasnya, sementara prajurit bisa bertugas untuk menjaga keamanan negara. Ia juga berharap, roda pemerintahan bisa berjalan dengan normal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menegaskan pemerintah akan meningkatkan kesejahteraan prajurit Tentara Nasional Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan remunerasi bagi prajurit sekitar 56-60 persen dari sebelumnya.

Presiden menilai, dengan stabilitas politik dan stabilitas keamanan yang kondusif, pembangunan ke depan membaik. Dengan itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga akan menjadi lebih baik.

Presiden juga menilai, peran serta dari TNI sangat penting, sehingga dengan langkah menaikkan remunerasi atau tunjangan kinerja dinilai sebagai langkah yang wajar. TNI akan semaksimal mungkin mempertahankan keamanan Indonesia, dan kebijakan remunerasi itu akan dimulai pada Mei 2015.

Selain meningkatkan remunerasi antara 56 persen sampai 60 persen, jika dibandingkan dengan Perpres 72 Tahun 2010, Presiden juga akan meningkatkan alutsista TNI.

Sementara itu, 350 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 521/Dadaha Yodha Kediri akan berangkat bertugas menjaga perbatasan ke Kalimantan Timur. Mereka berangkat pada Mei 2015, dengan rentang waktu bertugas antara sembilan sampai 10 bulan.

Selain dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, baik keperluan pribadi ataupun untuk menjaga lokasi perbatasan, mereka juga mendapatkan fasilitas berupa insentif.

Setiap anggota mendapatkan dana insentif sekitar Rp1,8 juta per bulan, di mana dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,