Kejari Cimahi Tahan Direktur My Salon Internasional

Kejari Cimahi Tahan Direktur My Salon Internasional

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cimahi - Kejaksaan Negeri Kota Cimahi menahan tersangka Direktur PT My Salon Internasional (MSI) Thomas Lie karena diduga melanggar hukum menerima dana penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Cimahi sebesar Rp11,5 miliar.

"Penahanan dia berawal dari laporan masyarakat soal penerimaan KUR yang langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi Eri Satriana kepada wartawan di Cimahi, Kamis (28/5/2015).

Didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Sulta D. Sitohang, Eri mengatakan modus tersangka yaitu dana KUR diserahkan kepada perusahaan miliknya kemudian dikucurkan ke 23 cabang My Salon di seluruh Indonesia.

Cabang usahanya itu, kata Eri, berada di Surabaya, Makasar, Malang, dan Jakarta yang masing-masing menerima dana sebesar Rp500 juta.

"Dari 23 cabang My Salon penerima bantuan KUR, ternyata hanya 18 cabang saja yang teridentifikasi keberadaannya, sedangkan sisanya sebanyak lima cabang tidak diketahui," katanya.

Menurut dia, dikaji dari keuangan perusahaan tersebut cukup bagus sehingga tidak perlu mendapatkan dana bantuan modal dari program KUR.

Apalagi perusahaan itu memiliki cabang dibeberapa daerah di Indonesia sehingga perbuatan Direktur tersebut telah melakukan penyelewengan bantuan modal program KUR.

"Bila dilihat dari kondisi keuangannya, perusahaannya kuat sehingga tidak perlu dibantu modal apalagi dalam bentuk KUR. Atas temuan penyelewengan tersebut, kami menahan tersangka Thomas," katanya.

Selain menahan direktur, Kejaksaan juga menetapkan seorang tersangka lainnya yakni pegawai dari BSM inisial M yang menjabat sebagai manager.

Kejaksaan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka tersebut sehingga belum dapat dilakukan penahanan.

"Kami baru menetapkan satu orang tersangka dari pihak bank, tapi akan terus dikembangkan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat lainnya," katanya.

Kejaksaan menjerat tersangka dengan pasal berlapis dan Undang-undang tentang tindak pidana korupsi.

Tersangka direktur perusahaan salon itu sementara ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kebonwaru Bandung untuk selanjutnya mengikuti proses persidangan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,