Blatter Menang, Inggris Ancam Boikot Piala Dunia

Blatter Menang, Inggris Ancam Boikot Piala Dunia

Presiden FIFA, Sepp Blatter

London - Inggris mengancam akan memboikot perhelatan Piala Dunia, apabila Sepp Blatter menang dalam pemilihan presiden FIFA yang berlangsung, Jumat 29 Mei 2015. Demikian dikemukakan Presiden Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), Greg Dyke.
Seperti dilansir Skysports, Blatter yang saat ini berstatus sebagai Presiden FIFA, merupakan kandidat yang difavoritkan memenangi pemilihan itu. Namun, pencalonan Blatter banyak ditentang, menyusul terungkapnya skandal yang melibatkan para petinggi FIFA.
"Dia mungkin bisa bertahan hidup hingga akhir pekan ini, di tengah mencuatnya skandal suap di tubuh FIFA. Namun saya pikir dia tidak akan bisa bertahan lama," kata Dyke.
"Apabila Blatter terpilih kembali, kami harus mendiskusikan langkah Inggris selanjutnya, khususnya untuk tidak terlibat dalam kegiatan FIFA seperti Piala Dunia. Selama periode kepemimpinannya, tingkat korupsi sangat menakutkan," katanya.
Tak disangsikan lagi ejak sejumlah petinggi FIFA tertangkap karena kasus suap, badan sepakbola tertinggi dunia itu menjadi sorotan publik. Mereka banyak yang berkeyakinnan bahwa praktik suap sudah terjadi sejak lama di tubuh FIFA.
Sementara itu, pengamat sepakbola Australia Les Murray mengatakan, praktik suap sebenarnya bukan hal yang baru di lingkungan FIFA. Dia mengaku telah mengendus hal itu pada proses bidding  tuan rumah Piala Dunia 2022. Saat itu, Australia kalah dan status tuan rumah akhirnya dimenangkan Qatar.

Sedangkan mantan Presiden UEFA Lennart Johansson, mendesak FIFA memberikan status tuan rumah Piala Dunia 2018 kepada Inggris. Johansson yang pernah dikalahkan Sepp Blatter pada pemilihan Presiden FIFA juga menilai, ada kejanggalan dalam penunjukan Rusia sebagai tuan rumah. Begitu juga dengan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,