Serena Lolos dari Hadangan Azarenka

Serena Lolos dari Hadangan Azarenka

Paris - Insting Serena Williams untuk "bertahan hidup" membuatnya keluar dari masalah saat menghadapi lawan yang familiar pada MInggu (31/5/2015) WIB, setelah Novak Djokovic dan Andy Murray menaklukkan petenis-petenis muda Australia pada hari ketujuh Prancis Terbuka.

Dengan matahari yang bersinar cerah di Lapangan Philippe Chatrier, petenis peringkat satu dunia Williams menaklukkan Victoria Azarenka dari Belarus -- lawan kelas berat yang cocok dihadapinya di final.

Bagaimanapun, hanya satu tempat di 16 besar yang dipertaruhkan kali ini, dan kelihatannya ini merupakan perjalanan yang berat bagi juara dua kali Australia Terbuka Azarenka, yang merupakan unggulan ke-27, saat ia berupaya kembali ke puncak setelah menjalani operasi kaki.

Ia sempat memimpin set dengan skor 4-2 namun terpuruk saat Williams kemudian menemukan kembali kekuatannya untuk menang 3-6 6-4 6-2.

Duel sengit biasanya dihiasi kontroversi, di mana Azarenka marah setelah dipaksa untuk mengulang satu angka setelah ia yakin bahwa dirinya telah mengamankan set point keempat di set kedua.

"Hal itu omong kosong, dan semua orang mengetahuinya," kata Azarenka kepada para pewarta. "Namun Serena merupakan juara yang hebat. Terkadang ia tahu bagaimana untuk memaksimalkan situasi." Sulit untuk tidak merasa simpati pada Azarenka yang belakangan kalah dari Williams di Madrid setelah mengantungi tiga match pomit, namun petenis AS itu begitu brilian ketika tertekan.

Dari tertinggal 0-2 pada set penentuan, petenis 33 tahun itu melepaskan sejumlah pukulan kemenangan untuk memenangi enam game terakhir di pertandingan ini "Saya benar-benar terpuruk dan tampil buruk di pertandingan ini, dan saya hanya merasa seperti berada dalam kondisi nol, saya benar-benar ingin memenanginya," kata juara Gran Slam 19 kali Williams, yang selanjutnya akan menghadapi kompatriotnya Sloane Stephens.

Kembalinya kemampuan ajaib Juara bertahan kategori putra Rafa Nadal memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia mendapatkan kembali kekuatanya, dengan kemenangan 6-1 6-3 6-2 atas petenis Rusia Andrey Kuznetsov, untuk melaju ke putaran keempat.

Seandainya ia mengalahkan Jack Sock, satu-satunya petenis putra AS yang masih tersisa, dan Djokovic mengalahkan harapan tuan rumah Richard Gasquet, kemudian akan terjadi ulangan final pada dua dari tiga tahun terakhir di delapan besar.

Dua petenis Australia Thanasi Kokkinakis (19) dan Nick Kyrgios (20) digadang-gadang sebagai pemimpin generasi baru, yang juga mencakup petenis Kroasia 18 tahun Borna Coric, yang kalah dari Sock.

Dengan pakaian trendi dan permainan eksplosifnya, keduanya telah memikat para penonton, namun bakat mentah bukanlah pengganti untuk pengalaman bertahun-tahun di dekat puncak.

Djokovic, yang berupaya untuk memenangi gelar Prancis Terbuka pertamanya, meraih kemenangan 6-4 6-4 6-4 atas petenis wildcard Kokkinakis -- break pada setiap set sudah cukup bagi petenis Serbia itu yang, seperti Nadal, belum kehilangan satu set pun.

"Tenis memerlukan pemain-pemain seperti Thanasi, yang masih muda, namun tetap mampu tampil di lapangan tengah dan bermain dengan keberanian dan bermain dengan kekuatan dan keyakinan," kata unggulan teratas Djokovic.

Murray mengatakan hal-hal serupa mengenai Kyrgios yang menampilkan "beberapa kembang api dan kerap mengubah udara menjadi biru." Namun untuk semua pukulan kemenangan dari unggulan ke-29 itu, yang diganggu oleh radang di siku yang memperlambat servenya, permainan Kyrgios kemudian dapat dibaca.

Murray menang 6-4 6-2 6-3 untuk menyiapkan pertemuan dengan Jeremy Chardy, salah satu dari lima petenis Prancis yang menembus 16 besar yang menyamai penampilan terbaik petenis-petenis tuan rumah pada era profesional. (AY)

"Anda harus menghadapkan yang tidak diharapkan saat melawan dia," kata Murray, yang kini telah memenangi 13 pertandingan secara beruntun di lapangan tanah liat.

"Anda harus siap di ujung kaki Anda sepanjang waktu dan siap untuk sesuatu yang berbeda." Kyrgios, yang mengenakan pakaian pink dan biru serta topi bisbol, memenangi satu angka dengan pukulan lob yang dieksekusi dari sela-sela kakinya, yang membuat para penonton berdecak kagum.

Gasquet mendapatkan sambutan paling meriah di hari itu ketika ia mengalahkan petenis Afrika Selatan Kevin Anderson dalam lima set, sedangkan unggulan ketujuh asal Spanyol David Ferrer juga memerlukan lima set untuk mengalahkan petenis Italia Simone Bolelli, yang memenangi dua set terakhir dengan skor 6-0, 6-1. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,