Messi Inspirasi bagi Barcelona

Messi Inspirasi bagi Barcelona

Lionel Messi

Barcelona - Barcelona yang diinspirasi Lionel Messi mengamankan gelar 'double' di Spanyol, ketika mereka menaklukkan Athletic Bilbao dengan skor 3-1 untuk menjuarai Piala Raja untuk ke-27 kalinya pada Minggu (31/5/2015) WIB.

Messi membuka gol dengan cara yang spektakuler ketika ia menggiring bola melewati empat pemain Athletic dan melepaskan sepakan mendatar yang berbuah gol, sebelum Neymar menambahi gol kedua sebelum turun minum.

Pemain Argentina itu kemudian mencatatkan gol keduanya di pertandingan final Copa del Rey ini untuk memastikan kemenangan timnya 17 menit sebelum pertandingan usai, sebelum Inaki Williams mengemas gol hiburan bagi tim Basque itu.

"Leo spektakuler, ia merupakan bintang," kata Neymar.

"Bagi saya, ia adalah yang terbaik di dunia dan merupakan kebanggaan untuk dapat menjadi bagian tim ini dengan pemain-pemain berkualitas seperti itu." Meski penggemar Athletic mendominasi dua pertiga dari Camp Nou yang berkapasitas 99.000 orang, hal itu tidak membuat para pemainnya dapat menghentikan Barca, yang kini hanya memerlukan satu pertandingan lagi dari 'treble' kedua sepanjang sejarah klub.

Pasukan Luis Enrique akan menghadapi juara Italia Juventus di final Liga Champions di Berlin pada 6 Juni.

Pertandingan ini dimulai dengan kontroversi setelah lagu kebangsaan Spanyol dicemooh oleh para penggemar kedua klub, dengan identitas separatisnya masing-masing.

Di atas lapangan, hanya ada sedikit hal untuk diperdebatkan ketika Messi mencabik-cabik Bilbao untuk meneruskan puasa 31 tahun mereka tanpa raihan trofi utama.

Pemain Terbaik Dunia sebanyak empat kali itu menyodorkan umpan kepada Neymar yang semestinya dapat menjadi gol pembuka pada menit kesembilan, namun pemain Brazil itu berada dalam posisi offside.

Luis Suarez kemudian memaksa Iago Herrerin melakukan penyelamatan pertamanya dengan sepakan mendatar.

Herrerin tidak mendapat bantuan dari rekan-rekan setimnya 11 menit kemudian, ketika Messi 'menari' melewati Mikel Balenziaga, Mikel Rico, dan Benat Etxebarria di pinggir lapangan sebelum mengecoh Aymeric Laporta dan memasukkan bola ke tiang dekat.

Bahkan standar tinggi pergerakan dan penyelesaian peluang pemain Argentina itu, gol tersebut tetap terlalu bagus dari satu pun 410 golnya untuk Barca sebelumnya.

Messi tidak menuntaskan peluang ketika ia kemudian berubah menjadi pengumpan untuk Suarez, yang umpan silang mendatarnya diteruskan Neymar dan secara brilian dapat diblok Herrerin.

Kiper Athletic itu terus membuat frustrasi Barca ketika ia kemudian menggagalkan peluang Gerard Pique dari tendangan bebas Messi.

Barcelona akhirnya menggandakan keunggulan mereka sembilan menit sebelum turun minum, di mana Messi kembali sangat terlibat saat ia mengoperkan bola kepada Ivan Rakitic yang kemudian mengumpankan kepada Suarez, dan kali ini operan pemain Uruguay itu dapat diteruskan Neymar ke dalam gawang untuk menjadi gol ketujuhnya di kompetisi tersebut.

Bintang muda Athletic Inaki Williams nyaris membalas sebelum turun minum dengan sepakan voli yang membentur bagian atas mistar gawang.

Bagaimanapun, Herrerin kembali harus bekerja keras beberapa saat kemudian untuk membelokkan tendangan bebas Messi.

Mungkin dengan satu mata telah menatap pada final Liga Champions akhir pekan mendatang Barca mengendurkan permainan pada babak kedua.

Xavi Hernandez dimasukkan untuk menandai penampilan terakhirnya di Nou Camp setelah berkarir selama 17 tahun.

Messi menambahi gol ke-58nya musim ini keika ia memanfaatkan pertahanan lemah Athletic, untuk meneruskan bola umpan silang Dani Alves.

Bilbao setidaknya memiliki sesuatu untuk dirayakan 11 menit sebelum pertandingan usai, ketika Wiliams (20) mencetak gol ketiganya di senior, dari umpan silang Ibai Gomez. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,