Potensi Pariwisata Belum Sepenuhnya Tergali

Potensi Pariwisata Belum Sepenuhnya Tergali

Salahsatu objek wisata bandung, tebing keraton. net

Bandung - Potensi sektor pariwisata belum sepenuhnya tergali dan perlu pengembangan sektor-sektor itu di daerah sinergi dengan pembangunan dan pengembangan kawasan, kata Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P Roeslani di Bandung, Senin (1/6/2015).

"Potensi pariwisata Indonesia luar biasa, saya klaim terlengkap di dunia. Di darat ada, di dalam laut dan dasar laut juga potensi wisata Indonesia yang harus terus digali," kata Rosan.

Potensi itu, menurut dia, ada di daerah, sehingga perlu ada sinergitas yang menerus antara pusat dan daerah untuk memperkuat langkah pengembangan pariwisata.

Meski potensi besar, namun realitas saat ini jumlah kunjungan wisata mancanagara Indonesia ditargetkan mampu menyedot sembilan juta wisatawan mancanegara.

Hal itu masih kalah jauh dengan negeri tetangga seperti Thailand sebanyak 27 juta orang, Malaysia 24 juta orang dan Singapura juga telah menembus 11 juta orang.

"Ini jelas harus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia. Tentunya perlu lebih fokus," katanya.

Menurut dia, Indonesia ditakdirkan memiliki titik-titik kawasan wisata hampir di sepanjang pantai dan lautan di Nusantara ini. Meski demikian beberapa hambatan masih menjadi kendala seperti sarana dan prasarana, infrastruktur serta beberapa faktor pendukung lainnya yang perlu dibenahi.

"Pembentukan masyarakat pariwisata juga menjadi salah satu fokus yang harus menjadi perhatian, jadi tak hanya pemerintah yang menggenjot program wisata, tapi juga perlu dibentuk sadar wisata pada masyarakatnya," kata dia.

Besarnya potensi pariwisata itu, kata Rosan, akan menjadi salah satu fokus garapan ke depan bagi Kadin Indonesia. Bahkan ia berharap bisa memberikan perhatian lebih besar pada sektor itu.

Pariwisata juga berperan memunculkan pelaku-pelaku usaha muda untuk muncul dan berkembang. Di sisi lain dunia pariwisata juga menuntut kreatifitas yang tentunya dimiliki oleh anak-anak muda.

"Pariwisata, kreatifitas dan dunia usaha sangat erat kaitannya. Untuk itu kami akan memberi perhatian lebih besar pada sektor itu, termasuk meningkatkan sinergitas," kata Rosan P Roeslani menambahkan. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:,