Waspada, Candi Kalasan Alami Pelapukan

Waspada, Candi Kalasan Alami Pelapukan

Sleman - Objek wisata sejarah purbakala Candi Kalasan di Dusun Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, saat ini kondisi batuannya sudah lapuk dan rawan runtuh, sehingga Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta mengimbau kepada pengunjung agar tidak terlalu mendekat.

"Kondisi batu-batuan Candi Kalasan yang ada di atas, ditemukan merekah dan ditakutkan runtuh mengenai wisatawan yang berada di dekatnya. Dari hasil evaluasi yang pertama atas studi teknis yang dilakukan, diimbau agar pengunjung tak terlalu mendekatinya, dan naik di atas pelataran candi," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Tri Hartono di Sleman, Selasa (2/6/2015).

Menurut dia, rekahan yang dialami batu-batu tersebut, disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah beberapa kali goyangan gempa sehingga mengakibatkan ada kemiringan sekitar satu derajat.

"Karena bebatuan rekah, air hujan mudah masuk ke dalamnya. Inilah salah satunya yang menyebabkan tanah di bawah Candi Kalasan volume air di dalamnya tinggi. Selain itu juga, tanahnya kan berada satu meter lebih dalam dibanding tanah di sekitar pemukiman warga. Nanti akan kita buatkan saluran untuk airnya," katanya.

Ia mengatakan, untuk memperbaiki rekahan batu-batu ini, kemungkinan di bagian atas candi tersebut akan dibongkar. Kemudian, dipasangi pengunci antar bebatuan. Atau yang biasa disebut dengan angkur.

"Kemungkinan akan dibongkar, namun untuk melakukan pembongkaran bagian atas candi tersebut, kemungkinan baru bisa dilakukan di tahun mendatang. Karena masih akan melewati beberapa proses studi teknis," katanya.

Tri Hartono mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penanganan penggaraman terhadap batu-batuan candi tersebut, karena juga ada bebatuan yang mengalami pelapukan.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti mengatakan setelah studi teknis selesai, dan ditarik kesimpulannya, baru kemudian akan diajukan ke pusat untuk anggaran yang diperlukan dalam eskavasi Candi Kalasan tersebut.

"Yang terjadi dengan Candi Kalasan itu kasusnya sama dengan candi lainnya. Seperti Candi Perwara yang ada di kompleks Candi Prambanan, serta Candi Sambisari. Yaitu, masih ada bagian yang tertimbun tanah. Diperkirakan bagian bawah candi masih ada satu meter di dalam tanah," katanya. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:,