Lima Terdakwa Kasus Tipikor PT Pos Gagal Sidang

Lima Terdakwa Kasus Tipikor PT Pos Gagal Sidang

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rohman dikabarkan gagal menghadirkan sebagian saksi, yang akan dimintai keterangan dalam sidang perkara dugaan kasus Tipikor di PT Pos Giro. Sidang  digelar di ruang 2 Pengadilan Negeri (PN) Jl. LRE. Martadinata Kota Bandung itu, dipimpin majelis hakim Berton Sitohang dengan menyatakan, sidang ditunda sepekan untuk mengadili para terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum Rohman menjelaskan, hingga saat ini panggilan sidang belum diterima saksi, karena waktunya terlalu cepat. "Waktu sidang terlalu cepat, yakni Jumat dipanggil Rabu harus ikut sidang, sehingga panggilan  belum sampai ke saksi," paparnya.

Stefanus Gunawan, Penasihat Hukum (PH) terdakwa menuturkan, saksi yang dihadirkan sudah 21 orang, yang justru meringankan kliennya. Selain itu dirinya menegaskan, dalam kasus yang ditanganinya ini, merupakan kasus persidangan perdata bukan pidana. "Melihat fakta persidangan dan dari keterangan saksi, kasus ini sebenarnya Perdata dan tidak ditemukan unsur merugikan negara dalam kasus ini," tukasnya.

Menurut informasi yang dihimpun CikalNews.com 5, terdakwa dalam kasus itu, yaitu  Budhi Setiawan Senior Vice President Teknologi Informasi PT.POS Indonesia (Persero), Budi Setiawan Direktur Teknologi PT POs Indonesia,  Muhajirin, Penanggungjawab satuan tugas (Satgas) pemeriksaan barang atau Pekerjaan Pengadaan Portable DAta Terminal, Effendi Christina Direktur PT Datindo Infonet Prima rekanan penyedia jasa. Atas kasus itu negara mengalami kerugian hingga Rp. 9,4 miliar. (Jr.)**

Akibat Perbuatannya para terdakwa terancam Piidana maksimal 20 tahun Penjara, sebagaimana Pasal 2, pasal 3.Undang-Undang N0. 31Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi JO UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU. N0 31 Tahun 2001 tentanag Perubahan atas UU NO.31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1). Ke 1 KUH ,Sidangpun ditunda Rabu (10/6/2015)
Dengan agenda keterangan saksi.

.

Categories:Bandung,
Tags:hukum,