Orientasi Gelar Sebabkan Fenomena Ijazah Palsu

Orientasi Gelar Sebabkan Fenomena Ijazah Palsu

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Munculnya isu penjualan ijazah palsu, menimbulkan kalangan penggiat pendidikan angkat bicara salah satunya pengamat dan praktisi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan. Menurutnya fenomena ini disebabkan oleh orientasi gelar yang lebih didahulukan dibanding kualitas.

Hal tersebut diungkapkannya kepada CikalNews.com lewat telepon genggamnya Jumat siang (5/6/2015).

"Masyarakat sendiri terkadang terlalu mengorientasikan gelar, bukan pada kualitas," ungkapnya.

Menurutnya para pejabat publik yang mengharuskan memiliki gelar tinggi dinilainya salah kaprah.

"Salah kaprah pejabat harus S2 atau S3. Ya, untuk jabatan tertentu barang kali,  memang diperlukan sampai dengan S3. Tapi, kalo jabatan birokrasi biasa cukup S1," paparnya.

"Lagian, ya, untuk apa gelar akademik kalau diperoleh instan. Kalau untuk jabatan birokrasi biasa cukup kursus dan pendidikan, perjenjangan tidak perlu gelar akademik S2 atau S3," pungkasnya.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,