Laju Inflasi Jabar Berpengaruh Langsung terhadap Nasional

Laju Inflasi Jabar Berpengaruh Langsung terhadap Nasional

Dwi Pranoto dari BI saat menjelaskan tentang masalah inflasi di Pusdai, Bandung. (Foto : ADE/CikalNews

Bandung – Bank Indonesia (BI) mengharapkan, inflasi di Jawa Barat saat bulan Ramadan dan Idul Fitri bisa ditekan, mengingat secara langsung berpengaruh terhadap inflasi nasional. Saat harga BBM naik, inflasi di Jawa Barat hanya 3,5 persen sampai 4 persen, padahal di tingkat nasional sudah mencapai 6 persen.

Menurut Kepala Departemen II Regional Jawa Bank Indonesia, Dwi Pranoto, inflasi Jawa Barat bisa mempengaruhi inflasi nasional karena ekonomi Jawa Barat 20 persen mempengaruhi nasional.

“Jawa Barat  termasuk provinsi terbaik dalam menarik investasi. Banyak investor yang menanamkan modal untuk bisnis sector medium dan teknologi tinggi,” kata Dwi Pranoto pada Silaturahmi Ulama Se Jawa Barat Dalam Rangka Menyambut Ramadan 1436 H di gedung Pusat Dakwah Islam, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (5/6/2015) sore.

Jika inflasi saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tidak ditekan, maka dampak inflasi bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. “Inflasi sangat berdampak bagi kesejahteraan karena turunnya pendapatan ril yang memiliki pendapatan tetap. Inflasi bulan Ramadan dan Idul Fitri biasanya dipengaruhi oleh kenaikan harga daging, bumbu masak, dan beras,” ucapnya.

Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan barang impor dari masyarakat. Inflasi akan naik saat permintaan barang impor meningkat. Sedangkan pembelian barang impor ditentukan oleh nilai dolar AS, sehinga rentan terhadap kenaikan inflasi. (Jr.)**)

.

Categories:Bandung,
Tags:,