Cabut Izin Usaha Angkutan yang Naikkan Tarif Saat Lebaran

Cabut Izin Usaha Angkutan yang Naikkan Tarif Saat Lebaran

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Pengusaha angkutan umum dilarang menaikkan tarif seenaknya, apalagi menjelang mudik Lebaran terkadang banyak pengusaha armada yang iseng menaikkan tarif. Meski hal tersebut tidak sesuai dengan SK Gubernur No.38 tahun 2015.
 
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Iya  Sunarya menegaskan, jika ada armada angkutan yang menaikkan tarif dengan seenaknya, maka izin usahanya segera dicabut.

“Kalau tarif, kan ada batas atas dan batas bawah sesuai Permenhub No. 64 tahun 2013. Itu untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) hitungannya per kilometer. Batas atasnya Rp 161 dan batas bawahnya Rp 99,” ungkap Iya saat dihubungi, Jumat (12/6/2015).

Iya menuturkan, untuk hitungan tarif dilihat dari batas atas batas bawah kendaraan di mana batas atas Rp 175,5 per kilometer dan batas bawahnya Rp 107,90 per kilometer. "Peraturan tarif sudah jelas ada acuan yang harus ditaati oleh para pengusaha armada angkutan. Apalagi saksi-saksinya banyak dan sekarang karcis yang dikeluarkan setiap PO tertera jumlah rupiahnya,” jelasnya.

Iya juga mengimbau, bagi para penumpang untuk tidak naik angkutan di luar terminal, karena keamanan dan keselamatannya tidak dijamin. “Kalau naik di terminal kan sudah jelas ada catatan. Kami dan pihak kepolisian juga bisa langsung mengawasi,” jelasnya. (Jr.)** 
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,