Kerusuhan di Ukraina Telah Menewaskan 68 Anak

Kerusuhan di Ukraina Telah Menewaskan 68 Anak

New York  - Sedikitnya 68 anak dilaporkan telah tewas dan 180 orang lagi cedera sejak Maret tahun lalu, akibat konflik di Ukraina Timur. Meski tak ada anak yang dilaporkan tewas dalam peningkatan ketegangan terbaru di dekat Kota Mariinka, Donetsk Barat, ada laporan mengenai anak-anak yang cedera akibat tembakan senjata berat.

Keterangan dari Dana Anak PBB (Unicef) menyebutkan, pihaknya menduga jumlah sesungguhnya anak-anak yang tewas jauh lebih banyak dibandingkan yang dilaporkan. Sebab banyak daerah masih tak bisa didatangi akibat konflik.

"Jumlah ini merupakan kehidupan sesungguhnya anak lelaki dan anak perempuan yang porak-poranda akibat pertempuran di Ukraina Timur," kata Giovanna Barberis, Wakil Unicef di Ukraina, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Sabtu (13/6/2015) siang. 

"Dengan kerusuhan di Wilayah Donetsk tampaknya meningkat, dunia tak boleh lupa ribuan anak masih tinggal di daerah yang dilanda konflik. Dan bagaimana setiap peluru, bom mortir dan bom lain yang ditembakkan menjadi ancaman bagi keselamatan dan kelangsungan hidup mereka."

Unicef dan mitranya berusaha menjaga keselamatan anak-anak di Ukraina Timur, termasuk diluncurkannya kegiatan pendidikan risiko-ranjau untuk memberi keterangan yang bisa menyelamatkan nyawa  500.000 anak dan keluarga mereka.

Unicef juga menyediakan dukungan psikologi bagi anak-anak korban konflik melalui sekolah dan pusat perlindungan masyarakat. Juga menjangkau lebih dari 20.000 anak lelaki dan perempuan sejak awal tahun ini. Unicef telah menyediakan air minum yang aman buat lebih dari 550.000 orang yang terpengaruh konflik di Wilayah Donetsk dan Luhansk. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,