Pertarungan Pilpres 2016 AS Mulai Memanas

Pertarungan Pilpres 2016 AS Mulai Memanas

Pertarungan Kandidat Pilpres 2016 AS

Miami - Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada November 2016 mendatang, situasi menuju pertarungan itu kini mulai memanas. Para capres baik dari Partai Republik maupun Demokrat tampak semakin rajin, dalam rangka melakukan safari politik guna mendapatkan dukungan rakyat.
 
Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/6/2015) mantan Gubernur Florida Amerika Serikat (AS), Jeb Bush misalnya, resmi mengumumkan dirinya sebagai calon presiden (capres) dari Partai Republik. Pencalonan dirinya tersebut semakin memperkuat Dinasti Bush di Negeri Paman Sam.
 
Pada sebuah pidato pencalonan dirinya di Miami, Florida, Bush berjanji untuk melakukan reformasi secara besar-besaran padasistem imigrasi, khususnya bagi kaum Hispanik (keturunan Spanyol) di AS. Spontan ide reformasi tersebut mendapat tepuk tangan dan dukungan penuh dari para hadirin yang hadir.
 
"Dewasa ini kita tidak memerlukan presiden yang hanya duduk-duduk santai saja di Washington, AS. Namun, kita membutuhkan seorang presiden yang mau mengubah kebiasaan buruk tersebut," kata Bush.
 
Dirinya juga lebih menitikberatkan pada perlunya peran AS dalam percaturan global. Oleh karena itu, ia mengkritik kebijakan Presiden Obama yang membuat AS kurang berperan dalam percaturan politik global. "Sebagai capres saya mengajak semua orang di AS untuk bergabung bersama kami menuju perubahan," tegas Bush.
 
Seperti diketahui, Jeb Bush merupakan mantan Gubernur Florida periode 1999-2007. Ia menggunakan Partai Republik sebagai kendaraan politiknya untuk meraih ambisinya menjadi Presiden AS.
 
Pada sisi lain, pencalonan Jeb Bush tersebut semakin memperkuat posisi dinasti Bush di AS, di mana kakaknya adalah George Bush yang menjabat sebagai Presiden AS periode (2001-2009). Sedangkan ayahnya George HW Bush juga merupakan mantan Presiden AS periode (1989-1993). Uniknya dinasti Bush semuanya menggunakan Partai Republik sebagai kendaraan politiknya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,