ITB dan UID MoU Program Kepemimpinan

ITB dan UID MoU Program Kepemimpinan

Bandung - Institut Teknologi Bandung dan United In Diversity (UID) bekerja sama mengembangkan program kepemimpinan bagi para mahasiswanya.

"ITB ingin berkontribusi dalam membekali masyarakat luas yang notabene berkepentingan untuk memajukan bangsa. Salah satunya dengan memberikan pembekalan kepemimpinan yang ideal di semua bidang," kata Rektor ITB Prof Dr Kadarsyah Suryadi seusai penandatangnan MoU ITB-UID di Bandung, Kamis (18/6/2015).

Nota Kesepahaman itu ditandatangani oleh Rektor ITB Kadarsyah Suryadi dan Ketua Yayasan UID Dr Jatna Supriatna.

Menurut Kadarsyah kerja sama antara ITB dan UID ini akan menghasilkan setidaknya tiga program utama. Pertama pengembangan pembelajaran kepemimpinan untuk para pemimpin di BUMN dan pemerintah daerah.

Kedua pengembangan pembelajaran kepemimpinan tiga sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat. Serta terakhir pengembangan pusat pembelajaran kepemimpinan (Leadership Learning Center) di lingkungan ITB.

"Kerja sama ITB dan UID ini akan memperkuat tekad kami untuk menjamin dan menjalin silaturahmi dengan siapapun juga dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara," katanya.

Dalam penandatanganan Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Jann Hidajat menekankan krisis kepemimpinan di Indonesia membutuhkan pemimpin yang kompeten, yaitu yang mampu memperbaiki masalah ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

Sementara itu Pusat Pembelajaran Kepemimpinan direncanakan dibangun di ITB untuk mengisi kebutuhan ITB akan kurangnya pendidikan "soft skill".

Menurut Sudarso Kader Wiryono, Dekan Sekolah Bisnis Manajemen SBM) ITB Sudarso Kader Wiryono mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat menemukan pola kepemimpinan yang cocok dengan ideologi Indonesia.

"Harapan saya kira bisa menemukan pola kepemimpinan yang Indonesian style, yang cocok dengan kulturnya, cocok dengan bahasanya, cocok dengan sosialnya, tidak sekedar mengkopi buku barat," kata Sudarso.

Kerja sama antara UID dan ITB akan dilakukan selama kurang lebih lima tahun, hingga tahun 2020. Pada tahun tersebut, program ini ditargetkan untuk mempersiapkan dan melahirkan 300 pemimpin yang mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,